Tawari Uang Rp 200 Ribu Ajak Tenaga Honorer Perempuan ke Hotel, Oknum Jaksa di Purwakarta Dilaporkan

Seorang oknum jaksa di Kabupaten Purwakarta dilaporkan kepada Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (KKRI). Dia diduga melakukan tindakan asusila.

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Giri
Istimewa
ILUSTRASI - Seorang oknum jaksa di Kabupaten Purwakarta dilaporkan kepada Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (KKRI). Dia diduga melakukan tindakan asusila secara verbal terhadap lawan jenis. 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Seorang oknum jaksa di Kabupaten Purwakarta dilaporkan kepada Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (KKRI). Dia diduga melakukan tindakan asusila secara verbal terhadap lawan jenis.

Pelapor atas Zulfani Sudin mengatakan, ia melaporkan kejadian tersebut pada 14 Oktober 2021. Surat laporan dikirim kepada KKRI.

"Saya laporkan dugaan indikasi mengarah pada pelecehan seksual itu akhir tahun lalu," ujar Zulfani melalui pesan tertulis, Jumat (18/2/2022).

Ia menjelaskan, merasa terpanggil karena kejadian tersebut menimpa seorang perempuan yang berstatus pegawai honorer di Kantor Kejaksaan Negeri Purwakarta.

"Semula saya mendapat laporan dari salah satu JPU, bahwa oknum yang menjabat sebagai Kasi Pidum berbicara dengan anak TU (tata usaha) di bagian Kasi Pidum," kata dia.

Dilanjutkan Zulfani, Kasi Pidum berbicara soal bayaran untuk ajakan tidak senonoh yang mengarah pada tenaga honorer TU tersebut.

"Dia bicara seperti ini, 'bisa enggak kalau anak honor yang bernama Ema diberi uang Rp 200 ribu, untuk diajak ke hotel?'. Lalu perempuan itu mengadukan hak tersebut kepada jaksa lain yang sedang istirahat di pos. Jaksa itu yang cerita hal ini kepada saya," ucapnya.

Lalu Zulfani berinisiatif menghubungi korban dugaan pelecehan seksual tersebut karena ia berpandangan bahwa perkataan tersebut sudah mengarah pada pelecehan seksual.

"Sudah jelas perkataan itu tidak menghargai wanita. Lalu korban menjawab bahwa Kasi Pidum cunihin (kurang ajar). Contohnya sepertinya yang dilakukan kepada korban atas kejadian itu. Korban juga tidak berani ke area bagian belakang kantor," ungkap Zulfani.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved