Ratusan Makam Kuno Ditemukan di Desa Terusan Indramayu, Semuanya Makam Orang Arab, Tadinya Hutan

Kompleks permakaman tua kelompok etnis Arab di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berada di Desa Terusan, Kecamatan Sindang.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Salah satu makam tua orang Arab yang berada di kompleks pemakaman Syekh Muhammad bin Ali Basalamah di Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Kamis (17/2/2022) malam. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Kompleks permakaman tua kelompok etnis Arab di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berada di Desa Terusan, Kecamatan Sindang.

Di sana, sedikitnya ditemukan 121 makam kuno.

Walau tergolong makam tua, permakaman setempat baru ditemukan pada 2019.

Salah seorang warga setempat, Nurdin (40), mengatakan, sebelumnya di sana hanya terdapat tiga makam.

Ketiganya adalah makam Syekh Muhammad bin Ali Basalamah, makam Syekh Ali bin Muhammad Basalamah, dan makam Wali Cilik.

"Syekh Ali bin Muhammad Basalamah ini anak dari Syekh Muhammad bin Ali Basalamah, sedangkan Wali Cilik menurut cerita beliau adalah wali yang meninggal saat masih kecil, hanya saja tidak ada catatan sejarah lebih lanjutnya," ujar Nurdin kepada Tribuncirebon.com, Kamis (17/2/2022) malam.

Nurdin menceritakan, kompleks permakaman tersebut dahulunya adalah hutan-hutan yang terbengkalai.

Kemudian di tahun 2019, mulai diketahui terdapat banyak makam tua setelah dilakukan penelitian oleh TACB Indramayu, Sanggar Aksara Jawa, dan Yayasan Tapak Karuhun Nusantara.

"Dahulunya cuma ada tiga makam itu, tapi ternyata di tahun 2019 baru diketahui ada banyak makam kuno, semuanya orang Arab," ujar dia.

Dari informasi yang dihimpun, diketahui kompleks permakaman ini menjadi tempat permakaman dari para orang Arab.

Menurut keterangan dari batu nisan, mereka meninggal sekitar 1900-an awal.

Hal tersebut terjadi karena, pada masa itu, sekitar tahun 1900-an awal, para pedagang VOC yang masuk di Pelabuhan Cimanuk Indramayu kalah bersaing dengan para pedagang dari Arab.

Pedagang VOC pun kemudian melakukan politik adu domba antara orang Arab dan masyarakat pribumi Indramayu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved