Dituding Ganggu Rumah Tangga Bawahannya, Kades di Bandung Barat Didesak Mundur, Dilaporkan ke Polisi

Seorang kepala desa di Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dituding melakukan tindak asusila.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
shutterstock
Ilustrasi - Seorang kepala desa di Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dituding melakukan tindak asusila hingga akhirnya dia diminta untuk mengundurkan diri oleh ratusan masyarakat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Seorang kepala desa di Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dituding melakukan tindak asusila hingga akhirnya dia diminta untuk mengundurkan diri oleh ratusan masyarakat.

Kepala Desa Bojongsalam bernama Ajang Yusuf Bahtiar itu dituding melakukan tindak asusila terhadap seorang wanita yang telah bersuami sehingga dia dinilai telah mencoreng nama baik Desa Bojongsalam.

Seorang tokoh masyarakat Desa Bojongsalam, Rahmat, mengatakan, berdasarkan hasil musyawarah, semua masyarakat sepakat sudah tidak ingin lagi dipimpin oleh kepala desa tersebut.

"Mohon maaf, kepala desa sudah melanggar aturan agama dan sosial karena mengganggu rumah tangga orang lain sampai cerai. Maka kami minta Pak Kades harus mundur dari jabatannya," ujar Rahmat kepada wartawan saat dihubungi, Jumat (18/2/2022).

Ia mengatakan, perbuatan yang dilakukan kepala desa tersebut membuat warga menjadi resah dan merasa malu karena persoalan kepala desa ini sudah menjadi pembicaraan desa tetangga. 

"Sebagai pemimpin kalau seperti itu bagaimana dalam pandangan anak buahnya, warganya, kan harus memberikan suri teladan yang baik ke masyarakat," kata Rahmat. 

Bahkan, dia juga menyebut bahwa kepala desa yang telah menjabat dua periode itu tak cuma kali ini berurusan dengan wanita lain.

"Dulu pernah, bahkan dilakukan di desa lain. Tapi kami maafkan karena masih mau memberikan kesempatan kedua. Nah, sekarang kan tidak amanah, jadi kami sebagai tokoh balik arah dari dia," ucapnya.

Dia mengatakan kepala desa sendiri sudah mengakui perbuatannya. Namun pihaknya tetap akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum dengan melaporkan yang bersangkutan ke pihak kepolisian.  

"Kepala desa sudah mengakui dan meminta maaf, masyarakat juga sudah memaafkan. Tapi secara hukum ini harus diproses agar jangan terulang lagi," ujar Rahmat.

Kepala Desa Bojongsalam, Ajang Yusuf Bahtiar, membantah atas tuduhan tersebut karena dia hanya melakukan komunikasi melalui pesan singkat atau chat dengan wanita yang sudah bersuami itu.

"Asusilanya juga yang bagaimana dan seperti apa? Jadi coba saya luruskan, kalau saya itu sebetulnya dari bukti yang diketahui suami wanita itu juga hanya chatting-an, pernah ketemu juga tapi enggak pernah lama," kata Ajang saat dihubungi.

Ajang juga mengaku sudah islah dengan suami dari wanita yang dituding menjadi korban tindak asusila. Apalagi suami wanita tersebut merupakan anak buahnya di Kantor Desa Bojongsalam.

"Jadi pihak pria itu sampai datangkan pengacara. Kita diselesaikan di lembaga hukum dan sudah ada kesepakatan tertulis juga," ucapnya.

Terkait desakan mundur dari jabatan kepala desa, Ajang mengaku sudah melakukan pembahasan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Bojongsalam dan Camat Rongga. 

"Itu cuma aspirasi warga, jadi untuk aktivitas normal, pelaksanaan pemerintah sekarang tidak saya tinggalkan, setiap hari masih tetap ke desa," kata Ajang. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved