Udin Penjual Jamur di Sisi Jalan Raya Bandung-Sumedang, Tiap Hari Selama 20 Tahun Tunggu Pembeli

Mungkin, tak ada yang lebih tabah dari Udin (30). Setiap hari, dia jualan jamur bulan di pinggir Jalan Raya Bandung-Sumedang. 

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Kiki Andriana
Udin (30) berpayung di bawah guyuran hujan menjajakan jamur bulan di Jalan Raya Bandung-Sumedang, di kawasan Pamulihan, Kamis (17/2/2022). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Mungkin, tak ada yang lebih tabah dari Udin (30). Setiap hari, dia jualan jamur bulan di pinggir Jalan Raya Bandung-Sumedang

Jika untung sedang datang, jamurnya habis terjual pada sore hari. Sebaliknya, jika sampai malam hari tak ada pembeli, jamur dia bawa pulang dan dimasak sendiri untuk lauk santapan keluarga. 

Udin adalah satu di antara belasan penjaja jamur bulan (Gymnopus sp) yang berjejer di kawasan Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.

Baca juga: Derita Perajin Tahu Sumedang di Awal 2022: Hargai Kedelai dan Minyak Goreng Mahal dan Langka

Dia dan belasan kawannya sesama penjual jamur yang mereka dapatkan dari daerah perkebunan, pegunungan, atau hutan. 

"Subuh hari seusai salat, saya sudah pergi ke kebun, kadang ke daerah yang lebih tinggi atau ke hutan mencari jamur-jamur liar itu untuk dijual," kata Udin saat ditemui TribunJabar.id di Pamulihan, Kamis (17/2/2022). 

Jamur bulan atau suung bulan adalah jenis jamur yang bisa dimakan. Jamur ini punya bentuk bundar dengan tangkai yang pendek. 

Bagian atas jamur ini sedikit berlendir dan lengket. Bagian tengahnya bulatan jamur ini berwarna coklat kehitaman dan semakin ke pinggir warnanya memudar. 

Sebagaimana jamur liar pada umumnya, jamur bulan pun hanya ditemukan pada musim-musim penghujan. 

"Saya sudah 20 tahun mencari dan jualan jamur ini. Musim jamur berlangsung 5 bulan dalam setahun. Jika bukan musim jamur, saya bekerja sebagai kuli bangunan," kata Udin di tempat mangkalnya yang tidak jauh dari gerbang tol Cisumdawu di Pamulihan

Kini, seiring perubahan waktu dan banyak alih fungsi lahan, serta penggunaan pupuk kimia di lahan-lahan perkebunan, menembukan jamur bulan menjadi hal yang cukup sulit bagi Udin. 

Sehari, Udin hanya bisa menemukan 2 atau 3 keping jamur bulan dengan diameter 10 centimeter. Pada masa-masa yang lalu, sehari Udin bisa mendapatkan jamur liar 7 keping bahkan 10 keping. Tetapi, meski hanya dapat sedikit, ada saja tetangganya yang menitipkan jamur kepadanya untuk dijual. 

Ketiadaan pekerjaan akibat Pandemi Covid-19 juga membuat para tetangga Udin yang warga Udin (30) Dusun Cikondang, RT01/02Desa Gunung manik, Tanjungsari itu ikut serta mencari dan menjual jamur liar. 

"Ada 12 orang di sini saja. Belum lagi kalau terus ke Cadas Pangeran, banyak yang jual juga," katanya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved