Tahu Tempe Diprediksi Bakal Langka di Kota Bandung Mulai Pekan Depan

Tahu tempe di Kota Bandung diprediksi bakal mengilang pekan depan seiring dengan aksi mogok produksi para perajin tahu tempe di Kota Bandung pada 21-2

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Seorang pegawai sedang membersihkan tempat pembuatan tahu. Perajin tahu di Kampung Nagrog, Desa Babakan Peuteuy, Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung, memilih mogok produksi, Jumat (28/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tahu tempe di Kota Bandung diprediksi bakal mengilang pekan depan seiring dengan aksi mogok produksi para perajin tahu tempe di Kota Bandung pada 21-23 Februari 2022. 

Aksi mogok produksi itu rencananya dilakukan serentak se-Jabar sebagai bentuk protes para perajin tahu tempe atas kenaikan harga kedelai yang terjadi sejak awal tahun. 

Ketua Paguyuban Perajin Tahu Tempe Kota Bandung, Iyus Rustaya Suramiharja mengatakan, pihaknya mendapat surat pemberitahuan ajakan mogok produksi dari Pusat Koperasi produsen tempe dan tahu (Puskopti) Jawa Barat. 

"Sekarang yang mengarahkan demo itu Kopti Jabar, kita hanya dikasih tembusan saja. Kami sudah menerima suratnya, rencananya tiga hari dari tanggal 21," ujar Iyus, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (17/2/2022). 

Dikatakan Iyus, sejak Januari 2022, harga kedelai sudah mulai naik, kemudian diikuti oleh bahan lainnya yang juga merangkak naik. 

Baca juga: Derita Perajin Tahu Sumedang di Awal 2022: Hargai Kedelai dan Minyak Goreng Mahal dan Langka

"Sebetulnya itu pemberitahuan saja kepada masyarakat dan pemerintah, karena semua bahan dasarnya kedelai naik, terus tambahan-tambahannya juga naik semua," katanya. 

Saat ini, kata dia, kenaikannya mencapai Rp. 5 ribu per papan atau cetakan. 

"Satu adonan itu bisa jadi enam papan rata-rata. Jadi, kalau perpapan naiknya Rp. 5 ribu kali enam, jadi Rp. 30 ribu satu adonan, paling per buah naiknya antara Rp. 500-300 rupiah," ucapnya.

Kedelai dan Minyak Goreng Mahal

Harga kedelai dan minyak goreng yang mahal dan langka jadi penderitaan perajin Tahu Sumedang di awal 2022.  Dua kondisi itu membuat para perajin tahu Sumedang harus rela mengambil laba sedikit. 

Sebuah pabrik tahu Sumedang di Desa Gudang Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jabar  tampak masih beroperasi, Kamis (17/2/2022).

Para pekerja terlihat masih mengukus adonan tahu dan sebagian pekerja lainnya menggoreng. 

Entis Sutisna (50), pemilik pabrik tahu Eco di Jalan Raya Sumedang-Bandung itu mengatakan hanya bisa pasrah terhadap konidisi bahan baku tahu kini. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved