Jerit Perajin Tahu di Tengah Kelangkaan Minyak Goreng, Jutaan Hektare Kebun Sawit dan Kartel

Kosasih (25) perajin tahu di Dusun Sukamaju, Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran keluhkan kelangkaan minyak goreng.

Penulis: Padna | Editor: Mega Nugraha
Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Warga saat mengantre membeli minyak goreng murah dalam operasi pasar di Pasar Karangampel Indramayu, Kamis (17/2/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN  - Kosasih (25) perajin tahu di Dusun Sukamaju, Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran keluhkan kelangkaan minyak goreng.

Kosasih mengungkapkan, selain harga kedelai naik yang sangat dikeluhkan saat ini yaitu keberadaan minyak goreng.

Karena, dalam pengolahan tahu, minyak goreng curah menjadi kebutuhkan pokok dan membutuhkan sebanyak 10 liter setiap harinya.

"Terus kan harga minyak gorengnya sekarang masih mahal dan keduanya langka, susah didapat, cari minyak ke toko juga muter-muter. Sampai saya cari-cari ke warung grosir yang jarang dikunjungi pembeli lain. Harganya, Rp 18.500 perliter," ujar Kosasih saat ditemui Tribunjabar.id di pabrik pengolahan tahu belakang rumahnya, Kamis (17/2/2022) siang.

Baca juga: Tahu Tempe Diprediksi Bakal Langka di Kota Bandung Mulai Pekan Depan

Memang, kata Ia, menurut informasi harga minyak goreng sudah turun tapi buktinya di lapangan itu sangat berbeda.

"Dan, saya juga tidak tahu alasan jelasnya. Jadi, harga yang ditetapkan pemerintah itu tidak berlaku di lapangan," katanya. 

Harganya masih sama seperti dahulu sebelum diinformasikan sudah turun tapi tidak ada perubahan.

"Setiap hari, saya belanja minyak curah 10 kilogram dengan pakai jerigen plastik. Harganya tetap Rp 18.500 perliter nya," ucap Kosasih.

Padahal kata dia, kalaupun minya goreng mahal, itu tidak jadi masalah. Cuma jadi masalah besar kalau sudah langka. Ia mempertanyakan kondisi Indonesia yang banyak kebun sawit tapi harga minyak goreng mahal. 

"Padahal, gak apa-apa naik juga, yang penting ada minyaknya. Katanya, Indonesia masuk penghasil minyak sawit terbesar, tapi kenapa langka? Apakah ada yang nimbun atau gimana, ko bisa seperti ini. Dan itu sebenarnya, termasuk pertanyaan masyarakat juga," ujarnya. 

Derita Penjual Tahu Sumedang

Harga kedelai dan minyak goreng yang mahal dan langka jadi penderitaan perajin Tahu Sumedang di awal 2022.  Dua kondisi itu membuat para perajin tahu Sumedang harus rela mengambil laba sedikit. 

Sebuah pabrik tahu Sumedang di Desa Gudang Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jabar  tampak masih beroperasi, Kamis (17/2/2022).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved