3 Jenderal NII di Garut Diadili, Didakwa Pasal Pidana Makar, ITE dan Penghinaan Lambang Negara

Tiga jenderal Negara Islam Indonesia (NII) jalani sidang pertama di Pengadilan Negeri Garut, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (17/2/2022). 

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Sidqi Al Gifari
Ketiga Jenderal NII yakni Sodikin (kiri) Ujer Januari (tengah) dan Jajang Koswara (kanan) saat berada di tahanan Pengadilan Negeri Garut, Kamis (17/2/2022)  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Sidqi Al Ghifari


 
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Tiga jenderal Negara Islam Indonesia (NII) jalani sidang pertama di Pengadilan Negeri Garut, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (17/2/2022). 

Ketiga jenderal NII itu diadili karena sempat mengibarkan bendera NII di Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Perbuatannya dianggap sebagai upaya makar Mereka adalah Jenderal Sodikin (48),  Jenderal Ujer (50),dan Jenderal Jajang Koswara (50).

Persidangan yang dipimpin langsung oleh Hakim Ketua Harris Tewa itu berlangsung selama satu jam. 

Dalam persidangan itu juga hadir tiga jaksa penuntut umum dan dipimpin oleh Kepala Kejari GarutNeva Sari Susanti

"Hari ini kita mengajukan surat dakwaan kepada majelis hakim yang tadi sudah dibacakan dan memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk melakukan eksepsi," ujar Neva Sari Susanti saat diwawancarai awak media seusai sidang. 

Namun dalam persidangan terdakwa melalui kuasa hukumnya tidak melakukan eksepsi . Pembacaan dakwaan tersebut  juga tidak dibantah oleh ketiga terdakwa. 

Baca juga: SIDANG Pertama Tiga Jenderal NII di Garut, Jenderal Jajang: Silakan Adili Kami Seadil-adilnya

"Terdakwa menyatakan tidak mengajukan keberatan dan menyatakan sudah memahami dan mengetahui apa yang didakwakan kepada mereka," ungkapnya. 

Dalam persidangan diungkap fakta-fakta terkait pengangkatan ketiga terdakwa sebagai jenderal oleh Presiden NII Sensen Komara.

Pengangkatan tersebut dilakukan di salah satu rumah Sensen Komara di  wilayah Kecamatan Karangpawitan.

“Ada (bukti) surat-surat yang dikeluarkan oleh Sensen Komara, jadi ada legalisasi terkait kepemimpinannya (tiga jenderal NII), (para terdakwa) menyatakan betul sudah diangkat, dipublikasikan kepada rakyat NII," ucap Neva.

Ketiga terdakwa dijerat dengan tiga aturan berbeda yaitu Pasal 107 KUHP tentang makar ancaman hukuman 15 tahun penjara, Pasal 28 Jo Pasal undang-undang ITE dan Pasal 24 d Jo Pasal 66 undang-undang nomor 24 tahun 2009 tentang penghinaan lambang negara.

Neva menjelaskan apabila terdakwa terbukti (terkait pemufakatan makar) maka ancaman hukumannya bisa dua kali lipat (30 tahun)," ujarnya.(*).

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved