Waspada, Banjir Susulan Masih Mengancam Warga KBB, Status Siaga Darurat Ditetapkan hingga April

Potensi banjir susulan itu masih bisa terjadi karena musim hujan diprediksi akan terjadi hingga April 2022.

hilman kamaludin/tribun jabar
Banjir di Kampung Ciharashas, RT 4/4, Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Banjir susulan di Kampung Ciharashas, RT 4/4, Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih berpotensi mengancam sejumlah warga karena hujan deras diprediksi tetap akan terjadi.

Seperti diketahui, pada Selasa (15/2/2022), sebanyak 22 rumah warga di kampung tersebut terendam banjir saat turun hujan deras akibat tanggul di aliran Sungai Cihaur jebol.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Duddy Prabowo mengatakan, potensi banjir susulan itu masih bisa terjadi karena musim hujan diprediksi akan terjadi hingga April 2022.

Baca juga: Banjir di Bandung Barat Terjang 4 Desa, Sejumlah Rumah Jebol dan Ratusan Warga Terdampak

"Jadi pemerintah desa, kecamatan, dan juga masyarakat harus tetap waspada karena musim hujan diprediksi akan terjadi hingga akhir April," ujarnya saat ditemui di lokasi banjir, Rabu (16/2/2022).

Dengan masih adanya ancaman banjir susulan, pihaknya tetap menetapkan status siaga darurat sesuai arahan dari Pemprov Jabar supaya kabupaten/kota di Jabar bisa melakukan langkah antisipasi.

"Status siaga darurat masih ditetapkan, terhitung sejak 1 November 2021 sampai akhir April 2022," kata Duddy.

Sementara, terkait perbaikan tanggul Sungai Cihaur yang jebol, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait agar melakukan langkah antisipasi supaya kejadian yang sama tidak kembali terulang.

"Hari ini tim teknis dari Dinas PUTR sudah turun dan sekarang mereka sedang di lapangan untuk melakukan langkah antisipasi ke depan," ucapnya.

Baca juga: BANJIR di Ngamprah, Sudah Dua Kali Dadang Hanya Disisakan Kasur, yang Lain Tak Terselamatkan

Menurutnya, untuk mencegah terjadinya banjir susulan, tanggul Sungai Cihaur tersebut harus segera dilakukan perbaikan secara permanen supaya ketika hujan deras, air tidak kembali meluap.

"Saya kira perlu dilakukan upaya penanganan permanen, tidak bisa dilakukan secara darurat," kata Duddy.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved