Minggu, 19 April 2026

Farhan Minta Komisioner KPU Terpilih Jawab Tantangan Kerumitan Pemilu 2024

Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Muhammad Farhan berharap komisioner KPU yang akan terpilih nanti punya integritas tinggi.

Editor: Mega Nugraha
TRIBUN JABAR / CIKWAN SUWANDI
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang, Jawa Barat menunda penetapan pasangan calon (paslon) terpilih Pilkada Karawang yang rencananya akan dilaksanakan Rabu (20/1/2021). 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Muhammad Farhan berharap komisioner KPU yang akan terpilih nanti punya integritas tinggi.

"Penyelenggara Pemilu dan Pilkada yang akan terpilih dalam proses seleksi kali ini haruslah figur - figur yang memiliki kemampuan dan integritas mumpuni, karena kualitas pemilu tak terlepas dari kualitas para penyelenggaranya," kata Farhan saat dihubungi pada Rabu (16/2/2022).

Farhan mengaitkan pemilihan komisioner KPU ini dengan peristiwa hukum Wahyu Setiawan yang ditangkap KPK terkait dugaan kasus suap.

Seperti diberitakan, uji kelayakan dan kepatutan 14 calon anggota KPU dan 10 calon anggota Bawaslu di DPR dijadwalkan berakhir hari ini.

Para anggota KPU dan Bawaslu yang terpilih nanti, akan dihadapkan pada tantangan Pemilu 2024 yang akan menguras tenaga.

"KPU periode 2022 - 2027 harus merevisi sistem rekrutmen petugas KPPS agar jumlahnya cukup untuk saling melapis pekerjaan, serta sistem perhitungan yang melibatkan teknologi digital yang aman dan efisien," ujar Farhan dalam keterangan persnya, Rabu 16 Februari 2022.

Baca juga: TAK TERASA Lima Bulan Lagi Tahapan Pemilu 2024 Dimulai, Ini yang Dilakukan KPU Kota Bandung

Muhammad Farhan menjelaskan, komisioner yang terpilih untuk periode 2022 - 2027 ini harus merealisasikan
keterwakilan anggota perempuan dan pemanfaatan teknologi dalam pemutakhiran data pemilih, perhitungan dan pemantauan hasil Pemilu dan Pilkada 2024, untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan.

"Kita juga berharap anggota KPU dan anggota Bawaslu terpilih benar - benar memperhatikan kuota keterwakilan perempuan, tidak hanya 30 persen calon tetapi yang terpenting adalah mencapai 30 persen dari anggota terpilih," tegasnya.

Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Juri Ardiantoro mengatakan, pemerintah optimistis KPU dan Bawaslu bisa menggelar Pemilu 2024 dengan baik.

"Pemilu 2024 sangat kompleks, karena dalam waktu yang sama juga digelar pilkada serentak. Tapi pemerintah sangat percaya KPU dan Bawaslu bisa melaksanakan dan menyelenggarakan dengan baik," ujar Juri dalam siaran persnya.

Mantan Ketua KPU RI itu menilai, sebagai arena kontestasi, pemilu selalu memiliki celah yang membuat orang melanggar. Untuk itu, profesionalisme dan integritas KPU dan Bawaslu dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan Pemilu 2024 harus benar-benar disiapkan.

"Terutama pada tingkat paling bawah yakni petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS), PPS (Panitia Pemungutan Suara) dan PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan). Sebab persoalan dalam Pemilu banyak muncul di TPS. Ini yang harus disiapkan," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved