Kamis, 16 April 2026

2,5 Juta Warga Indonesia Diminta Mengulang Vaksin Covid-19, Ini Penyebabnya

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta, sedikitnya 2,5 juta warga mengulang pemberian vaksinasi Covid-19.

Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID/TIAH SM
Seorang anak tengah divaksin di Klinik Utama Oratio, Kota Bandung, Selasa (25/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta, sedikitnya 2,5 juta warga mengulang pemberian vaksinasi Covid-19.

Pasalnya, 2,5 juta warga tersebut tidak mematuhi ketentuan interval pemberian vaksin dosis pertama dan kedua.

Mereka belum mengakses vaksin dosis kedua lebih dari 6 bulan.

"Yang sudah di atas 6 bulan itu harus diulang vaksinasinya ada 2,5 juta orang. Cepat suruh ulangi lagi," ujar Menkes Budi dalam konferensi pers, Senin (14/2/2022).

Sementara juga dilaporkan, 10 juta warga terlambat mengakses vaksin dosis kedua di atas 3 bulan

"Jadi tolong yang belum divaksinasi dosis kedua atau belum vaksinasi cepat divaksinasi. Bahwa yang belum divaksinasi dosis dua ini, yang di atas 3 bulan yang sudah terlambat itu ada 10 juta lebih," ungkap mantan dirut Bank Mandiri ini.

Hal ini penting, mengingat kasus pasien yang masuk ICU 60 persen belum pernah divaksin dan belum mendapatkan vaksinasi dosis kedua.

Kemudian juga 60 persen kasus kematian merupakan mereka yang belum vaksin dan vaksinasi dosis kedua.

"Jangan tunggu tunggu lagi, jangan pilih-pilih langsung disuntikan. Karena kenapa itu tadi yang masuk ICU dan yang wafat itu banyak yang belum lengkap vaksinasi," imbuh Budi.

Sejauh ini Budi menyebut, terdapat 7 provinsi yang memiliki capaian vaksinasi lengkap dua dosis 70 persen.

Dan baru 4 provinsi yang vaksinasi lansianya 70 persen yaitu Jakarta, Bali, Jogja, dan Kepri.

"Amunisi mereka kuat kalau ada nanti datang omicron ya yang kena insya Allah tidak masuk rumah sakit dan tidak wafat.

Menyoal stok vaksin yang akan digunakan, mantan wamen BUMN ini menyebut, ketersediaan vaksin saat ini lebih dari cukup.

"Kita pun berlebih vaksinnya. Jadi yang sudah di vaksin pertama kali belum lengkap vaksinasinya agar cepat terlindunginya," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved