Kasus Guru Ngaji di Subang

KASUS SUBANG TERBARU, Tersangkanya Guru Ngaji, Anak Buah AKBP Sumarni Bongkar Modus Jahat ke Santri

Seorang guru ngaji ditangkap anak buah Kapolres Subang AKBP Sumarni karena melakukan pencabulan atau perbuatan asuila terhadap sejumlah santrinya.

Tribunjabar.id/Dwiky Maulana V
Seorang guru ngaji ditangkap anak buah Kapolres Subang AKBP Sumarni karena melakukan pencabulan atau perbuatan asuila terhadap sejumlah santrinya. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Subang kembali heboh. Bukan karena pelaku kasus Subang, pembunuhan ibu dan anak, Tuti dan Amalia, tertangkap.

Melainkan karena ada kasus baru, seorang guru ngaji ditangkap anak buah Kapolres Subang AKBP Sumarni karena melakukan pencabulan atau perbuatan asuila terhadap sejumlah santrinya.

Peristiwa memilukan itu terjadi di Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Polisi mendapati, sebanyak 6 santri menjadi korban guru ngaji bejat berinisial AN (36).

Guru ngaji tersebut diketahui masih warga di daerah Kecamatan Patokbeusi.

Apakah kelakukan tak bermoral AN ini juga menimpa murid-muridnya yang lain?

Baca juga: KORBAN Guru Ngaji Cabul di Subang Bertambah, Aksi Bejat Dilakukan di Mushola

Selain 6 santri tersebut, polisi masih mencari tahu apakah ada kemungkinan bertambahkan korban.

"Pelakunya sudah kita amankan, korbanya baru 6 orang, perkaranya masih kami dalami untuk ada atau tidaknya kemungkinan korban lainya," ucap Kasat Reskrim Polres Subang AKP Zulkarnaen, Minggu (13/2/2022).

Menurut Zulkarnaen, pelaku melancarkan aksinya dengan modus mengajarkan muridnya dengan cara Bab Nifas/haid (mandi besar).

Bahkan, parahnya lagi, pelaku melakukan pelecehan itu di depan para murid lainnya, dan melakukan aksi bejat secara bergiliran kepada para korbannya.

"Korban dipanggil satu persatu untuk maju kedepan, setelah dekat pelaku melancarkan aksi bejatnya di depan santri, mulai dari meraba bagian atas hingga kamaluannya, pelaku memasukkan jari ke dalam kemaluan korban," katanya.

Selain itu, kata Zulkarnaen, mayoritas dari korban masih di bawah umur, mulai dari usia 11-19 tahun yang masih warga setempat.

Aksi tidak terpuji ini, lanjut Kasat Reskrim sudah dilakukan pelaku kepada korbannya 3 sampai 4 kali di tempat yang sama, terakhir pada tanggal 09 Februari 2022 sekira jam 20.00 Wib di Musholah Al Ikhlas Kecamatan Patokbeusi Kabupaten Subang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved