Jumat, 17 April 2026

Selain Menguntungkan, Plattform Digital Memberi Ancaman Tersendiri bagi Para Pelaku UMKM

Selain memberikan banyak keuntungan, berniaga dengan menggunakan plattform digital juga memberi ancaman tersendiri bagi para pelaku UMKM

Editor: Arief Permadi
DOKUMENTASI ASPIKOM JABAR
Seminar bertajuk Komunikasi Pemasaran di Era Digital yang digelar Aspikom Jabar secara hibrid, Sabtu (12/2/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Selain memberikan banyak keuntungan, berniaga dengan menggunakan plattform digital juga memberi ancaman tersendiri bagi para pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM).

Peringatan itu dilontarkan anggota Departemen Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (PKM) Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Korwil Jabar, Astri Dwi Andriani, M.I.Kom, dalam seminar bertajuk Komunikasi Pemasaran di Era Digital yang digelar Aspikom Jabar secara hibrid, Sabtu (12/2/2022).

Oleh karena itu, kata Astri, pemahaman mengenai digital safety menjadi suatu keharusan. Dengan pemahaman ini diharapkan para pelaku UMKM mampu memaksimalkan keamanan, sekaligus meminimalisasi risiko saat menggunakan internet.

Astri juga menyoroti pentingnya mengaktifkan fitur two factor autentifikasi di media sosial yang digunakan. Hal lain yang juga tak kalah penting, kata Asri adalah cermat setiap kali menerima link pesan dari nomor-nomor telepon yang tidak dikenal.

"Saat menerima link pesan dari nomor yang tak dikenal, sebaiknya tidak usah diklik. Sebab, bisa jadi link tersebut adalah pintu masuk aktivitas phising yang akan mencuri data pribadi Anda," ujarnya.

Soal keamanan juga disoroti Firman Ramadhan, Deputi Brand Head JNE Cirebon, yang juga tampil sebagai pembicara dalam seminar yang digelar Aspikom bersama Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon tersebut.

Firman mengatakan, selain memastikan keamanan digital, para pelaku UMKM juga harus cermat dalam layanan jasa pengiriman. JNE, ujar Firman, memiliki program dengan UMKM, yakni UMKM Go Online bersama JNE.
"Selain mendapatkan free member registrasi, para pelaku usaha juga akan mendapatkan free photo product, pendampingan belajar online di ecommerce, penjemputan kiriman di tempat, mendapatkan cashback, dan exclusive shipment," ujarnya.

Selain soal keamaman digital, seminar kemarin juga mengulas berbagai hal mengenai komunikasi pemasaran. Dalam paparannya, Rosanti Utami DS, M.I.Kom, pembicara lainnya, menyebut pentingnya mengelola brand sebagai upaya memenangi persaingan.

Brand, ujar Rosanti, bukan saja tentang produk, tapi tentang upaya bagaimana produk itu ingin dikenal. Sehingga sekalipun prodyuknya sama, hasil pemasarannya bisa jauh berbeda.

Rosanti lantas mengambil contoh produk seblak yang di-branding dengan brand yang beragam, menyesuaikan dengan siapa yang menjadi pangsa pasarnya. Ada yang mem-branding produk seblaknya dengan brand seblak cinta, seblak kekasih, dan sebagainya.

"Namun, selain diferensiasinya, masyarakat tentu akan melihat juga sisi packaging-nya. Para pelaku usaha yang harus bisa menentukan arah pemasaran digitalnya, karena dengan arah yang tepat, pemasaran digital memiliki banyak sekali keunggulan yang menguntungkan," ujarnya.

Berbeda dengan Rosanti, praktisi pemasaran, Musfi Yulíadi, lebih menyoroti perilaku konsumen sebagai salah satu kunci sukses pelaku UMKM dalam menjalani bisnis.

Pengetahuan tentang konsumen, menurut Mufsi, dapat mengurangi risiko bisnis. "Pengetahuan mengenai consumer behavioral membuat kita dapat memprediksi tren yang ada," ujarnya, seraya menyebut sejumlah faktor, yang menurutnya mempengaruhi consumer behavioral. "Yakni psikologi, persepsi, motivasi, sikap, layanan, budaya," ujarnya.

Program DTS
Perwakilan DKIS Kota Cirebon, Tubagus Muhammad Maulana Yusuf, mengatakan sinergitas seluruh stakeholder menjadi syarat mutlak agar transformasi digital ini bisa terlaksana dengan baik. DKIS, ujarnya, memiliki program digital talent scolarhsip (DTS).

"Ini adalah program beasiswa pelatihan talenta digital yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan daya saing SDM di bidang teknologi informasi untuk mendukung transformasi digital dan peningkatan ekonomi digital. Harapannya, dengan adanya program ini, literasi digital masyarakat dapat meningkat," ujarnya.

Dalam acara yang dibuka Ketua Korwil Aspikom Jabar, Dr. Hj. Ani Yuningsih, M.Si, kemarin juga ditandatangani kerjasama antara Aspikom Jabar dengan DKIS Kota Cirebon. Kerjasama meliputi beragam kegiatan, mulai dari riset kolaborasi, webinar, dan sebagainya. Acara penandatanganan kerjasama juga dihadiri Ketua Bidang Pengabdian pada Masyarakat Aspikom Korwil Jabar, Dr. Farida Nurfalah MSi dan Ketua Departemen Litbang dan PKM Aspikom Korwil Jabar, Dr. Rrismawaty, M.Si. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved