Gunung Tangkuban Parahu

Pedagang Sempat Panik Saat Gunung Tangkuban Parahu Alami Peningkatan Aktivitas, Ini yang Dilakukan

Pedagang di Gunung Tangkuban Parahu sempat panik saat tahu ada peningkatan aktivitas.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Twitter PVMBG
Unggahan PVMBG mengenai Gunung Tangkuban Parahu. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pedagang di sekitar Gunung Tangkuban Parahu sempat panik dengan adanya peningkatan intensitas aktivitas berupa embusan gas dari Kawah Ecoma yang berada di dalam Kawah Ratu, Sabtu (10/2/2022).

Ketua Paguyuban Pedagang, Isak Jerry mengatakan, sejumlah pedagang yang memiliki kios di sekitar Kawah Ratu itu memang sempat panik.

Namun mereka tidak sampai berhamburan menyelamatkan diri seperti saat erupsi.

"Kalau panik sih ada, ya, tapi tidak terlalu karena kondisi seperti itu sudah biasa, apalagi sudah ada antisipasi dan penjelasan dari PVMBG bahwa statusnya masih normal," ujarnya saat dihubungi, Minggu (13/2/2022).

Ia mengatakan, kondisi seperti itu sempat terjadi pada tahun 2013.

Saat itu kondisi di Gunung Tangkuban Parahu tetap juga tetap baik-baik saja dan tidak sampai ada masalah.

Meski status Gunung Tangkuban Parahu masih normal, Isak belum bisa memastikan, apakah semua pedagang akan tetap berjualan atau tidak karena ada rekomendasi untuk tidak mendekati atau beraktivitas di sekitar kawah.

"Tapi kemungkinan tetap berjualan, hanya saja pedagang harus waspada saja dan tinggal mengikuti arahan dari pihak berwenang, kalau begitu pasti aman," kata Isak.

Hingga saat ini, kata dia, aktivitas pedagang di sekitar Gunung Tangkuban Parahu masih tetap normal karena pihaknya belum menerima surat edaran terkait larangan untuk tidak berjualan.

"Iya, masih normal karena informasi dari PVMBG juga sudah enggak ada masalah, jadi kemungkinan pasti tetap berjualan," ucapnya.

Kondisi Gunung Tangkuban Parahu pada Sabtu (12/2/2022).
Kondisi Gunung Tangkuban Parahu pada Sabtu (12/2/2022). (magma.esdm.go.id)

Sebelumnya diberitakan, embusan gas dari Kawah Ecoma yang berada di dalam Kawah Ratu itu teramati berwarna putih dengan tekanan sedang dan tinggi sekitar 100 meter dari dasar kawah. 

Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono, mengatakan, embusan gas tersebut diduga akibat adanya air bawah permukaan atau air yang meresap ke bawah permukaan yang terpanaskan oleh batuan panas di bagian dangkal atau di bawah permukaan kawah.

"Lalu membentuk akumulasi uap air (steam) bertekanan tinggi, sehingga terjadi over pressure dan keluar melalui rekahan sebagai zona lemah, berupa embusan yang cukup kuat. Embusan berwarna putih mengindikasikan didominasi oleh uap air," ujar Eko Budi Lelono melalui keterangan tertulisnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved