Warga Cipelang Jejerkan Televisi Rusak di Dekat Tower, Ternyata Mereka Sedang Protes

Warga menjejerkan televisi mereka yang rusak di area tower milik sebuah perusahaan yang didirikan di desa itu, sebagai protes akan keberadaan tower te

Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Ravianto
Tribun Jabar
Warga Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat, melakukan aksi menjejerkan televisi rusak di area tower milik PT Tower Bersama Grup (TBG), Jumat (11/2/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - ADA banyak cara untuk menyatakan sikap.

Namun, apa yang dilakukan warga Cipelang Leutik, RW.02, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, ini terbilang unik.

Warga menjejerkan televisi mereka yang rusak di area tower milik sebuah perusahaan yang didirikan di desa itu, sebagai protes akan keberadaan tower tersebut di sana.

KETUA RW 02, Irwan Hermawan, mengatakan sejak towor itu didirikan di sana, banyak barang elektronik milik warga rusak karena tersambar petir.

Warga, kata Irwan, menuntut pemilik tower untuk mengganti barang elektronik mereka yang rusak.

"Pihak tower harus memperhatikan soal asuransi. Apabila terjadi kecelakaan yang diakibatkan oleh tower, bentuk kompensasi yang diberikan harus dibuat sedetail mungkin supaya warga mengetahui secara jelas," ujarnya saat ditemui Tribun di Cipelang Leutik, Jumat (11/2).

Irwan mengatakan, antara warga dan pihak tower sebenarnya sudah terjalin komunikasi.

Pihak tower meminta warga yang barang elektroniknya rusak untuk memperbaikinya, dan menyerahkan kuitansi perbaikannya agar bisa diganti pihak tower.

"Namun, banyak warga tidak mampu untuk melakukan servis peralatan elektronik secara mandiri seperti itu. Inilah yang membuat warga kesulitan," ujarnya.

Dulu, tahun 2005, barang elektronik warga yang rusak akan diganti dengan merk lain.

Proses pembayaran kompensasi pergantian elektronik dilakukan cepat. Paling lambat, dua minggu setelah kejadian langsung dibayar.

"Sekarang tidak seperti itu, malah pihak vendor tower meminta kuintasi hasil perbaikan. Jadi warga diminta untuk memperbaikinya secara mandiri," ujarnya.

Sampai saat ini, kata Irwan, warga juga tidak mengetahui adanya jaminan asuransi dari pihak tower apabila terjadi musibah dan berdampak kepada warga.

"Itu sebabnya, kami sepakat, tidak mengizinkan bila tower ini tetap beroperasi. Sudah banyak merugikan dan membuat waswas saat hujan besar, takut tersambar petir," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved