Minggu, 12 April 2026

UPDATE Covid-19 di Jawa Barat, Ada 8.945 Kasus Baru, Daerah Ini Penyumbang Tertinggi

Angka kasus Covid-19 di Jawa Barat masih bertambah dalam kategori tinggi. Ada 8.945 kasus baru pada Jumat (11/2/2022).

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Giri
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Angka kasus Covid-19 di Jawa Barat masih bertambah dalam kategori tinggi. Ada 8.945 kasus baru pada Jumat (11/2/2022).

Sedangkan kasus kesembuhan hanya bertambah 1.590 kasus dan kematian bertambah delapan kasus.

Sehingga, angka kasus aktif atau yang dalam perawatan mencapai 89.379 kasus.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, keterisian rumah sakit perawatan pasien Covid-19 di Jabar pun mencapai 39,61 persen, atau terisi 3.712 dari kapasitas 9.372 tempat tidur di 339 rumah sakit di Jabar.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, mengatakan, pemerintah pusat sudah memerintahkan supaya Jabar menambah kapasitas rumah sakit secara maksimal untuk perawatan pasien Covid-19, yakni sampai 19 ribu tempat tidur.

Angka tersebut sama saat terjadi gelombang kedua akibat varian Delta pada 2021.

"Semua rumah sakit kapasitasnya akan ditingkatkan, memakai kapasitas maksimal di Juli 2021, yakni 19 ribu tempat tidur. Dengan kasus kita sekarang, itu hanya 19 persen BOR di Jawa Barat," kata Ridwan Kamil di Kantor DPRD Jabar, Jumat (11/2/2022).

Dia mengatakan, penambahan kasus Covid-19 akibat Omicron ini sangat tinggi, tapi daya fatalitasnya rendah sampai mendekati flu biasa.

Beda dengan varian Delta yang menyebar sebelumnya. Saat itu tergolong 13 kali lebih destruktif, lebih fatal dibanding Omicron.

"Makanya sembuhnya rata-rata tiga sampai empat hari, sudah sembuh. Dan saya laporkan tadi 94 persen dari 80 ribuan kasus aktif itu semua di rumah, tidak ada yang di rumah sakit. Yang di rumah sakit yang gejala berat, kemudian yang meninggal itu 50 persen karena belum divaksin," katanya.

Weekend ini, katanya, pihaknya tidak melakukan pembatasan berlebihan.

Yang penting, katanya, masyarakat melihat peta penyebaran Covid-19 secara proporsional karena 80 persen kasus Jawa Barat hanya di Bodebek dan Kota Bandung.

"Sedangkan 20 persennya tersebar di 21 daerah. Jadi, kepada yang wilayahnya di 80 persen kasus, pembatasan sudah dilakukan. Di daerah yang 21, kita waspada saja. Tetap produktif namun prokes dengan baik," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved