Dalam 40 Hari Terakhir Bertambah 59 Kematian Akibat Covid-19 di Jabar, Namun pada 2021 Lebih Besar

Penambahan kasus Covid-19 di Jawa Barat memang sedang tinggi-tingginya pada gelombang ketiga Covid-19 akibat penyebaran varian Omicron.

Tribun Jabar
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil saat peresmian Alun-Alun Sangkala Buana, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jumat (4/2/2022). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penambahan kasus Covid-19 di Jawa Barat memang sedang tinggi-tingginya pada gelombang ketiga Covid-19 akibat penyebaran varian Omicron.

Namun demikian, angka kematian akibat Covid-19 kali ini terbilang jauh lebih rendah jika dibandingkan pada saat puncak gelombang kedua akibat penyebaran varian Delta tahun lalu.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, per 10 Februari 2022, tercatat 82.032 kasus aktif atau total orang yang masih dalam perawatan dan isolasi di Jawa Barat. Pada tanggal yang sama, angka kematiannya bertambah 9 kasus. 

Jika dihitung sejak 1 Januari 2022 sampai 10 Februari 2022, kasus kematian akibat Covid-19 di Jabar ini bertambah 59 kasus.

Total kematian selama 40 hari ini jauh lebih rendah jika dibandingkan penambahan kasus kematian harian pada masa gelombang kedua tahun lalu.

Merujuk data selama gelombang kedua merebak, pada 11 Juli 2021 saja penambahan kasus kematian mencapai 269 kasus, kemudian pada 26 Juli 2021 sebanyak 226 kasus kematian.

Puncaknya pada 10 Agustus 2021 bertambah 491 kasus kematian, pada 21 Agustus 2021 ada 343 kematian, pada 24 Agustus 2021 314 kematian, dan pada 7 September 2021 ada 252 kematian.

Maka jika dijumlahkan pada masa gelombang kedua antara 15 Juni 2021 yang total kematiannya tercatat masih 4.451, sampai 15 September 2021 yang total kematiannya sudah 14.501, maka angka kematian di antara gelombang kedua ini bertambah 10.050 kematian.

Walaupun angka kematian atau fatalitas akibat Covid-19 kali ini tergolong jauh lebih rendah, namun penambahan kasus harian Covid-19 di Jabar pada gelombang ketiga ini sudah melampaui penambahan puncak penyebaran varian Delta tahun lalu.

Tercatat penambahan kasus Covid-19 mencapai 11.201 kasus baru pada 9 Februari 2022. Angka ini melebihi penambahan kasus pada puncak penambahan Covid-19 gelombang 2 akibat varian Delta di Jawa Barat pada 15 Juli 2021, yang mencapai 11.101 kasus.

Penambahan kasus Covid-19 di Jabar ini memang terus meningkat setiap harinya. Kementerian Kesehatan R mencatat terdapat peningkatan penambahan kasus harian sejak 1 Februari 2022, secara berurutan bertambah 4.249 kasus, selanjutnya bertambah 3.739 kasus, 7.308 kasus, 7.690 kasus, 8.053 kasus, 7.603 kasus, 5.047 kasus, 9.042 kasus, 11.201 kasus, dan pada 10 Februari 2022 bertambah 9.403 kasus.

Sehingga pada 10 Februari 2022 tercatat ada 82.032 kasus aktif atau yang masih dirawat dan menjalani isolasi di Jabar. 

Per 9 Februari 2022 tercatat keterisiannya tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di Jabar mencapai 36,8 persen, atau sebanyak 3.417 tempat tidur terisi dari kapasitas 9.286 tempat tidur di 341 rumah sakit di Jabar. Dengan demikian, mayoritas puluhan ribu orang memilih menjalani isolasi mandiri di rumah dan pusat isolasi terpadu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved