Covid di Jabar

Polda Jabar Akan Tindak Pelanggar Prokes, Penambahan Kasus Harian Covid di Jabar Sudah Lebih 11 Ribu

Polisi akan kembali turun untuk meningkatkan penegakan disiplin protoko kesehatan di Jabar.

Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Polres Cimahi saat melakukan operasi saat PPKM beberapa waktu lalu. Kapolda Jabar Irjen Suntana mengatakan pihaknya akan kembali turun untuk melakukan pengawasan prokes. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Polisi bakal meningkatkan penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) menyusul pemberlakuan pembatasan kegiatan kasyarakat (PPKM) level 3 yang kembali diterapkan di sejumlah wilayah di jabar, termasuk Bandung Raya.

Kapolda Jabar, Irjen Suntana, mengatakan polisi akan memberlakukan tindakan tegas pada para pelanggar.

"Sanksinya secara persuasif, edukatif, tapi kalau perlu tindakan tegas untuk menutup penyebaran Covid-19," ujar Suntana, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Rabu (9/2/2022).

Saat ini, kata Kapolda, selain Bandung Raya yang mencakup Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi dan Kabupaten Sumedang, PPKM Level 3 juga diberlakukan di Kota/Kabupaten Bogor, Kota/Kabupaten Bekasi, dan Kota Depok (Bodebek).

"Kami sudah arahkan kepada jajaran agar mempedomani intruksi Mendagri yang baru dan segera melaksanakan sosialisasi dan intensifkan komunikasi publik terkait pelaksanaan PPKM Level 3 di wilayah tersebut," katanya.

Khusus di wilayah level 3, kata Kapolda, anggotanya bakal ditempatkan di beberapa lokasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

"Protap itu seperti yang sudah dilakukan beberapa bulan lalu, teman-teman anggota bersama tim terpadu akan berada di tempat-tempat yang dimungkinkan terjadinya kerumunan masyarakat untuk memberikan imbauan tanpa menimbulkan kepanikan," ucapnya.

Untuk daerah yang berada di level satu dan dua pun, kata dia, bakal dilakukan penegakan disiplin serta percepatan vaksinasi.

"Beberapa wilayah di Jawa Barat masih ada yang masuk dalam level satu dan dua, kami lagi meningkatkan akselerasi vaksinasi dan disiplin prokes dengan imbauan dan razia untuk menggunakan masker," katanya.

Kemarin, penambahan kasus harian Covid-19 di Jabar sudah 11.201 kasus.

Penambahan ini membuat total kasus aktif di Jabar menjadi 75.040. Penambahan kasus harian kemarin juga sudah lebih besar dari kasus harian tertinggi pada puncak gelombang 2 akibat varian Delta di Jabat, 15 Juli 2021, yang mencapai 11.101 kasus.

Tingginya penambahan kasus ini membuat Jabar menempati peringkat kedua dengan kasus baru terbanyak setelah DKI Jakarta yang bertambah 14.353 kasus. Di bawah Jabar ada Banten yang bertambah 6.026 kasus, Jawa Timur bertambah 4.385 kasus, dan Bali bertambah 2.556 kasus. Total, di Indonesia bertambah 46.843 kasus pada 9 Februari 2022.

Meski angka kasus harian, kemarin, sudah lebih tinggi dari angka kasus harian pada puncak gelombang kedua lalu, total angka kasus aktif masih lebih rendah daripada puncak kasus aktif gelombang kedua tahun lalu, yang mencapai 129.560 kasus.

Kementerian Kesehatan RI mencatat peningkatan kasus harian di Jabar mulai terjadi sejak 1 Februari. Secara berurutan bertambah 4.249 kasus, selanjutnya bertambah 3.739 kasus, 7.308 kasus, 7.690 kasus, 8.053 kasus, 7.603 kasus, 5.047 kasus, dan 8 Februari 2022 angkanya bertambah 9.042 kasus baru.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jabar, Dewi Sartika, meminta masyarakat mengetatkan disiplin protokol kesehatan di mana pun berada dan menghindari sejumlah aktivitas rentan penularan seperti pertemuan keluarga, upacara duka cita, pernikahan, makan di kafe dan resto, rapat kerja, dan aktivitas pertemuan atau berkerumun lainnya.

"Prokes pencegahan penyebaran Covid-19 dengan 5M (mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas) harus tetap dilakukan dan tentunya waspada," kata Dewi melalui ponsel, Rabu (9/2/2022).

Ia mengatakan Covid-19 varian Omicron yang kini merebak memang menyebar lebih cepat dari varian Delta. Meski dari sisi fatalitas, varian Omicron jauh lebih rendah dibandingkan Delta, Dewi juga mengingatkan agar masyarakat tidak menyepelekannya. Sebab, bagi kelompok rentan seperti lansia dan ibu menyusui, serta orang yang memiliki penyakit penyerta, varian seringan apapun tetap menjadi ancaman serius.

"Apalagi bagi yang belum divaksin sama sekali," ujarnya.(nazmi abdurahman/syarif abdussalam)

Baca juga: BANDUNG Raya PPKM Level 3, Lima Gerbang Tol Pintu Masuk Bandung Berlakukan Ganjil-Genap

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved