Kabur Jebol Plafon, Bocah Pemabuk yang Kerap Ngamuk Bawa Golok Dibawa Dedi Mulyadi ke Pesantren Lagi

F kabur setelah dua hari tinggal di Pesantren Cireok. Ia kemudian dibawa lagi ke sana.

Editor: taufik ismail
Istimewa
Dedi Mulyadi dan F, bocah yang dulu kerap mengamuk dan minum miras. F Kabur dari pesantren. 

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Bocah (F) yang sebelumnya diselamatkan Dedi Mulyadi untuk menjalani rehabilitasi karena kebiasaan minum miras dan melakukan pengancaman dengan golok jika tak diberi uang, kabur dari Pesantren Cireok Purwakarta.

Ia pulang ke rumahnya di Desa Cadassari, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta atau sekitar 2,5 jam dari pesantren.

Kang Dedi Mulyadi yang mendapat kabar tersebut mencoba mendatangi rumah F.

Namun rupanya F tidak ada di rumah sejak subuh. Pihak keluarga pun kebingungan mencari.

Sehari kemudian F bersama kakeknya Ki Abad datang ke rumah Dedi Mulyadi dengan didampingi Kades Cadassari dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Purwakarta.

“Kunaon kabur? (kenapa kabur?),” tanya Dedi.

“Teu betah (enggak betah),” jawab F.

Menurut Dedi selama dua hari pesantren ia melihat F ada perubahan. “Kamu ini sudah mulai ada perubahan, enggak garang lagi baru pesantren dua hari juga,” katanya.

Dedi mengatakan tradisi dimandikan saat malam hari di pesantren adalah hal biasa. Terlebih di badan F masih banyak energi negatif yang harus dibersihkan.

“Ini terlalu banyak energi negatif. Moro bagong (berburu babi hutan), minum (miras), obat-obatan, kan, harus dibersihkan pakai air mengandung energi yang mampu membugarkan tubuh dan memperbaiki syaraf-syaraf otak,” ujar Dedi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved