Banyak Pelajar Terpapar Covid-19, DPRD Kota Cirebon Minta PTM 100 Persen Disetop Selama Waktu Ini

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr Tresnawaty, meminta pembelajaran tatap muka 100 persen disetop sementara waktu. hal itu dikarenakan temuan

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Darajat Arianto
Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi
Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr Tresnawaty 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Komisi III DPRD Kota Cirebon meminta pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen disetop sementara waktu.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr Tresnawaty, mengatakan, hal itu dikarenakan temuan pelajar SD, SMP, SMA dan sederajat terpapar Covid-19.

Menurut dia, penutupan sementara PTM 100 persen yang dibuka sejak pertengahan Januari 2022 bertujuan untuk menghentikan penyebaran virusnya.

"Saya kira enggak masalah kalau PTM ditutup dulu selama 14 hari, kemudian dibuka lagi," ujar Tresnawaty saat ditemui di DPRD Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Rabu (9/2/2022).

Ia mengatakan, jika PTM dilaksanakan dalam situasi adanya siswa yang dinyatakan positif Covid-19 maka dikawatirkan semakin menambah jumlah pelajar terpapar Covid-19.

Pasalnya, kebijakan melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) hanya di kelas yang terdapat siswa positif Covid-19 dinilai kurang efektif.

Pihaknya mendorong agar PTM di sekolah ditutup seluruhnya saat ditemukan siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19 meski hanya satu orang.

"Laju penyebaran virusnya akan terhenti, karena tidak ada aktivitas di sekolah. Jika hanya satu kelas maka masih ada potensi penyebarannya," kata Tresnawaty.

Tresnawaty menyampaikan, kebijakan PTM 100 persen yang sekarang diberlakukan bukanlah mewajibkan sekolah untuk membuka kegiatan belajar yang diikuti seluruh siswa.

Namun, pada dasarnya kebijakan itu tetap PTM terbatas yang maksimal dapat diikuti 100 persen siswa di sekolah tersebut.

Sebab, pelaksanaan PTM tetap harus memprioritaskan kesehatan dan keselamatan siswa sehingga dapat menyesuaikan kondisi di tiap sekolah.

"Artinya, enggak masalah kalau ada sekolah yang melaksanakan PTM 25 persen, 50 persen, ataupun 75 persen," ujar Tresnawaty. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved