Perampasan Nyawa oleh Oknum TNI AL, Juragan Ikan Dituntut 19 Tahun, Keluarga Korban Histeris

Keluarga korban histeris karena tak menerima jaksa menuntut otak pembunuhan dituntut 19 tahun penjara.

Penulis: Irvan Maulana | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Irvan Maulana
Jonisah Pandapotan Manalu, orang tua perampasan nyawa oleh enam oknum anggota TNI AL ketika diwawancara di Pengadilan Negeri Purwakarta, Kamis (25/11/2021). 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Pengadilan Negeri (PN) Purwakarta menggelar sidang lanjutan kasus pembunuhan sadis terhadap San Fransisco Manalu alias Toni oleh enam oknum anggota TNI AL yang terjadi pada 29 Mei 2020.

Sidang berlangsung dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Keluarga korban tampak kecewa hingga menangis histeris mendengar tuntutan JPU.

Sebelumnya enam terdakwa oknum TNI AL telah divonis dengan hukuman 9-13 tahun penjara ditambah pemecatan dari dinas militer.

Dalam persidangan yang digelar Senin (7/2/2022), jaksa menuntut terdakwa sipil atas nama Rasta yang merupakan otak pelaku penganiayaan berujung kematian tersebut.

Keluarga kecewa lantaran terdakwa yang dijerat Pasal 340 KUHP dituntut dengan hukuman kurungan selama 19 tahun penjara.

Mendengar tuntutan ini, keluarga korban yang hadir dalam persidangan sontak berteriak hingga menangis histeris, mereka tidak terima karena tuntutan Jaksa dinilai terlalu ringan.

Tuntutan 19 tahun penjara dinilai tidak sebanding dengan perbuatan keji yang dilakukan terdakwa.

Bahkan hingga di luar ruang sidang, keluarga korban masih menangis histeris dan berharap agar majelis hakim bisa adil.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved