Korban Sampaikan Perincian Kerugian Perusahaan Akibat Pemalsuan Merek Cardinal yang Dibuat Tersangka

Korban dari pihak perusahaan PT Multi Garmenjaya yang brandnya dipalsukan, membeberkan awal mula mengetahui adanya produk KW dari produknya yang

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/NAZMI ABDURRAHMAN
Agus Setiawan (39) tengah menjalani sidang pemalsuan produk di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (8/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Korban dari pihak perusahaan PT Multi Garmenjaya yang brandnya dipalsukan, membeberkan awal mula mengetahui adanya produk KW dari produknya yang dijual secara online.

Michael, Manajer Pemasaran dan Supriyanto selaku Komisaris perusahaan, menjelaskan awal mula kasus saat dihadirkan dalam sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE, Martadinata, Kota Bandung, Selasa (8/2/2022).

"Saya diberi tahu sama anak buah saya. Tahu dari salah satu online shop. Dia tidak izin," ujar Michael, dipersidangan.

Komisaris perusahaan Supriyanto menambahkan, produk palsu yang dijual di pasaran dinilai merugikan perusahaan.

"Pertama kan kami punya karyawan banyak. Jadi jangan sampai dengan pemalsuan gini dampak terhadap karyawan besar. Jadi pengaruh sangat besar," ujar Supriyanto.

Tak hanya itu, akibat pemalsuan produk itu juga dapat merugikan konsumen.

"Kedua merugikan konsumen, mereka pikir kan menjual untuk kepentingan pribadi dan menjual merek untuk keuntungan pribadi. Sedangkan kami kan sekarang menjaga brand itu kan sudah dari (tahun) 1973, sampai sekarang sudah dipupuk sedemikian rupa dan kami jaga kan kualitasnya polanya, kenyamanannya, bahannya aksesoris semuanya kita jaga. Sedangkan mereka tidak memikirkan sejauh itu," katanya.

Dijual di Marketplace

Gara-gara memalsukan produk merek Cardinal, Agus Setiawan (39) harus berurusan dengan hukum. 

Pria asal Tasikmalaya ini diamankan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar pada 24 September 2021, setelah dilaporkan pemilik merek Cardinal ke Polda Jabar. 

Agus tengah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (8/2/2022). 

Agus didakwa Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, membuat pakaian merek Cardinal KW hingga dijual secara online di marketplace. 

"Terdakwa dengan tanpa hak menggunakan merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya dengan merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan atau jasa sejenis yang diproduksi dan atau diperdagangkan," ujar Sukanda, JPU Kejati Jabar saat membacakan dakwaannya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved