DISKUK Jabar Tingkatkan Penyaluran KUR Jadi Rp 373 Triliun, Suku Bunga Efektif 6 Persen

Realisasi penyaluran KUR 1 Januari-31 Desember 2021 sebesar Rp 40,93 triliun, outstanding Rp 31,45 triliun, debitur 1.186.851 orang.

Tribunjabar/Syarif Abdussalam
Kepala Dinas KUK Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Pemerintah pusat berkomitmen menguatkan pembiayaan bagi pelaku UMKM pada 2022 dengan meningkatkan plafon KUR 2022 menjadi Rp 373,1 triliun dengan suku bunga efektif 6 persen.

Kebijakan ini disambut positif Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil ( DISKUK ) Provinsi Jawa Barat yang juga akan mendorong penyaluran KUR di Jabar.

“Pada KUR Award 2021, Provinsi Jawa Barat menjadi juara III sebagai provinsi penyalur terbesar.Pada 2022, kami akan mendorong seluruh kabupaten/ kota di Jabar untuk meningkatkan penyaluran KUR dalam rangka penguatan UMKM sebagai pilar perekonomian nasional. Tahun 2022 kita ingin juara I pada KUR Award,” kata Kepala DISKUK Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji, melalui ponsel, Senin (7/2/2022).

Kebijakan prioritas penyaluran KUR 2022, katanya, untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pelaksanaan KUR mendukung korporatisasi petani dan nelayan.

KUR disalurkan ke kelompok atau kluster dengan skema KUR Khusus dan akan terintegrasi dengan pembiayaan UMKM lainnya, utamanya debitur pembiayaan UMI dan LPDB KUMKM diarahkan agar naik kelas ke KUR.

Baca juga: 4.000 UMKM Ditargetkan Dapat Program UMKM Juara pada 2022

Berdasarkan data Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat akumulasi realisasi penyaluran KUR 2015 sampai 31 Desember 2021 di Jawa Barat Rp 131,15 triliun, outstanding  Rp 52,95 triliun, debitur 4.927.734 orang.

Realisasi penyaluran KUR 1 Januari-31 Desember 2021 sebesar Rp 40,93 triliun, outstanding Rp 31,45 triliun, debitur 1.186.851 orang.

Arah strategi pengembangan KUMKM nasional untuk 2022, ucap Kusmana Hartadji, adalah penguatan kewirausahaan dan UMKM dan koperasi dengan peningkatan kemitraan usaha antara UMK dan UMB besar serta meningkatkan peran UMKM terhadap ekonomi nasional.

Harapannya, akan tercapai rasio kewirausahaan sebesar 3,75%, kontribusi UMKM terhadap PDB 63%, dan rasio kredit UMKM terhadap total kredit perbankan 20,9%.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved