Longsor di Cianjur

Suasana Getir, Suami Istri di Cianjur Ini Hanya Bisa Terbaring Lemah Saksikan Dua Jenazah Anaknya

SUASANA getir terlihat saat pasangan suami istri yang mengalami patah tulang di tubuhnya, Yayan (32) dan Eti Ernalawati (31) tiba di rumah kerabatnya

TRIBUNJABAR.ID/FERRI AMIRIL MUKMININ
Yayan dan istrinya hanya bisa terbaring saat melihat dua anaknya yang menjadi korban benteng ambruk di Kecamatan Sukaresmi Cianjur, akan dimakamkan, Minggu (6/2/2022). 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril Mukminin

SUASANA getir terlihat saat pasangan suami istri yang mengalami patah tulang di tubuhnya, Yayan (32) dan Eti Ernalawati (31) tiba di rumah kerabatnya, Minggu (6/2/2022) siang.

Korban longsor yang rumahnya ambruk ini memaksa pulang dari rumah sakit Cimacan karena ingin melihat untuk yang terakhir kalinya dua jenazah anaknya sebelum dikuburkan.

Bertempat di sebuah ruang tamu, Yayan dan istrinya hanya bisa sambil terbaring untuk melihat jenazah kedua anaknya yang sudah terbujur kaku sebelum dimakamkan.

Jenasah Murpitasari (11) dan Najwa Mufita (4) korban benteng ambruk dimakamkan di kampung yang sama dengan kejadian longsor benteng ambruk di Kampung Bakom, Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur.

Warga yang hadir di rumah kerabat Yayan tak kuasa menahan sedih, banyak di antaranya yang menangis dan berlinangan air mata menyaksikan pemandangan pilu tersebut.

Setelah Yayan dan istrinya yang hanya bisa terbaring melihat kedua jenasah anaknya, warga dan BPBD Cianjur lantas mengangkat jenazah satu persatu ke dalam ambulans.

Tak banyak kata-kata yang keluar dari Yayan dan istrinya, kerabat dan warga hanya mengusap-usap beberapa bagian tubuh Yayan dan berujar untuk bersabar.

Raungan sirine dari ambulans yang sudah menunggu jenasah, memecah kesunyian di rumah duka. Dua jenasah anak Yayan pun langsung dibawa ke lokasi pemakaman.

Kepala Pelaksana BPBD Cianjur, Fatah Rizal, mengatakan bahwa pihaknya sudah berusaha maksimal untuk mengevakuasi secepatnya semua korban namun dua korban selamat memilih untuk pengobatan tradisional patah tulang.

"Saya selaku kepala pelaksana BPBD Cianjur tentunya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam terkait dengan bencana yang dialami oleh satu keluarga ini," katanya.

Ia memastikan bahwa yang meninggal dua orang dan dua orang mengalami patah tulang.

Ia juga memastikan di lokasi bencana bahwa ada satu rumah yang memang terancam ambruk juga.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved