Ada Penambahan, DPT Kota Bandung Diprediksi Mencapai 1,9 Juta di Pemilu 2024

KPU RI telah menetapkan Pemilu 2024  digelar 14 Februari dan Pilkada pada 27 November 2024. DPT Kota Bandung pada Pilkada 2024 berkisar 1,9 juta.

Ilustrasi Pilkada Bukanlah Akrobat 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - KPU RI telah menetapkan Pemilu 2024  digelar 14 Februari dan Pilkada pada 27 November 2024. DPT Kota Bandung pada Pilkada 2024 berkisar 1,9 juta.

Ketua KPU Kota Bandung, Suharti menyampaikan terkait anggaran untuk pelaksanaan pilkada 2024 bakal mulai turun pada 2023. Menurutnya, Kota Bandung sebagai kota yang seperti kabupaten karena jumlah krcamatannya yang banyak, sehingga perlu adanya kolaborasi dan koordinasi dengan semua pemangku kebijakan.

"Pemilu ini kan bukan saja tanggung jawab kami (KPU) tetapi semua. Anggaran pemilu itu nanti dari pusat karena APBN, kecuali pilkada karena pilkada dimulai pada September 2023, sehingga kemungkinan anggarannya baru cari di 2023," katanya, Minggu (6/2/2022) di Balaikota.

Baca juga: Jadi Level 2, PTM di Kota Bandung 50 Persen, Yana:Tak Akan Generalisasi Tutup Sekolah Jika Ada Kasus

Anggaran pemilu yang berasal dari pusat, Suharti menambahkan pemerintah daerah hanya memberikan dukungan sistem, sebab Kementerian Keuangan telah menganggarkan untuk sosialisasi ke semua daerah dengan nominal yang sama tanpa melihat apakah wilayah itu luas atau tidak atau jumlah penduduknya banyak atau tidak.

"Kota Bandung dengan Kota Cimahi anggaran sosialisasinya sama, sedangkan beban kerjanya berbeda maka butuh dukungan dari pemda," katanya.

Adapun anggaran pilkada nanti, Suharti menyebut nilainya sebesar Rp 158 miliar. Jumlah tersebut nantinya harus dipotong untuk disimpan di Dinkes Rp 32 miliar terkait alat pelindung diri (APD) dan tes covid, serta dikurangi untuk anggaran Provinsi Jabar.

"Murninya ya sekitar Rp 99 miliar. Dan jumlah ini enggak berbeda jauh dengan 2018 yang hanya Rp 80 miliar dengan dikembalikan Rp 20 miliar sehingga hanya Rp 60 miliar," ujarnya.

Ketika disinggung terkait jumlah hak pilih saat ini di Kota Bandung, Suharti pun menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikannya. Namun, dari pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dapat terlihat range penambahan jumlah pemilih yang sebesar 0,2 persen.

"Pemilu itu kisarannya 1,9 juta jiwa. Nah, sekarang ada 1,79 juta jiwa. Kami setiap bulan melakukan pemutakhiran data pemilu berkelanjutan. Semoga tak jauh dari prediksi kami," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved