WASPADA, DBD Mulai Mengancam Bandung, Dua Minggu Sudah Ada 174 Kasus

Jumlah ini diprediksi bakal meningkat seiring bertambahnya laporan dari setiap fasilitas kesehatan sampai minggu keempat Januari 2022.

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Ravianto
Tribun Jabar / Nazmi Abdulrahman
Fogging oleh anggota Polsek Bandung Wetan mencegah munculnya nyamuk penyebab demam berdarah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Kesehatan Kota Bandung mencatat sebanyak 174 kasus demam berdarah dengue (DBD) sampai minggu kedua Januari 2022.

Jumlah ini diprediksi bakal meningkat seiring bertambahnya laporan dari setiap fasilitas kesehatan sampai minggu keempat Januari 2022.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinkes Kota Bandung, Rosye Arosdiani mengatakan pada Januari 2021 tercatat sebanyak 177 kasus.

Hal itu menunjukkan adanya peningkatan pada 2022.

"Baru di minggu kedua Januari 2022 saja sudah 174 kasus. Sedangkan Januari 2021 itu seluruhnya 177 kasus," katanya di Balaikota, beberapa hari lalu.

Rosye pun berharap tidak ada peningkatan yang parah.

Dia juga menegaskan sejauh ini belum ada laporan adanya warga yang meninggal akibat DBD di Bandung.

"Belum ada (meninggal) yang terlaporkan ke kami. Kami juga belum dapat prediksi puncak kasus DBD di Bandung, karena cuaca yang tak menentu, pola peranakan nyamuk menjadi vektor semakin sulit diperkirakan," katanya.

Sementara pada 2020, Rosye mengaku puncak kasus DBD berada di Maret dengan jumlah 479 kasus, di 2021 puncak Desember dengan 695 kasus.

"Tahun ini tergantung cuaca. Kami belum bisa ambil kesimpulan karena cuaca berubah terus," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved