Sabtu, 9 Mei 2026

Update Kasus Kerumunan Saat Konser Musik di Taman Anggur, Polisi Periksa Satgas Covid-19

Menurutnya, polisi juga menanyakan proses awal kejadian kerumunan di konser musik di Taman AnggurS

Tayang:
instagram@subanginfo
Konser musik di Taman Anggur Kukulu, Subang, Minggu (30/1/2022). Konser ini dihadiri ribuan orang dan dinilai telah melanggar protokol kesehatan. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG- Satreskrim Polres Subang memeriksa beberapa Satgas Covid-19 terkait viralnya konser musik di objek wisata Taman Anggur Kukulu di tengah pandemi Covid-19. 

Polisi memeriksa juru bicara satgas Covid-19 Kabupaten Subang yang juga menjabat sebagai Kadinkes Subang, dr. Maxi. 

Maxi mengaku ditanya Satreskrim Polres Subang soal tupoksinya sebagai anggota Satgas Covid-19 Kabupaten Subang

"Saya hanya ditanya terkait tupoksi-tupoksi di dalam Satgas Covid Kabupaten dan saya menjawab sebagai juru bicara satgas Covid," ucap Maxi saat dihubungi TribunJabar.id, Kamis (3/2/2022). 

Menurutnya, polisi juga menanyakan proses awal kejadian konser musik yang bisa menyebabkan kerumunan massa itu terjadi tersebut. 

Baca juga: Buntut Kerumunan, Pemerintah Tutup Mal Festival Citylink Sementara Sejak Hari Ini

Maxi pun menjawab Satgas Covid-19 tidak pernah mendapatkan surat rekomendasi apa pun dari pengelola Taman Anggur Kukulu soal hal tersebut. 

"Saya mengatakan kami di tingkat Kabupaten tidak pernah menerima pemberitahuan dan tidak pernah mengeluarkan rekomendasi. Kalau tidak minta, ya artinya tidak pernah keluar," katanya. 

Maxi pun menilai, dalam surat rekomendasi yang diklaim pihak pengelola objek wisata Taman Anggur Kukulu itu, tidak menutup kemungkinan hanya dari desa sampai dengan kecamatan serta tidak sampai tingkat Kabupaten. 

"Jadi, rekomendasi itu mungkin saja dari tingkat yang lebih di bawah seperti desa dan kecamatan, sama tidak ada surat registrasi (di kabupaten)," kata dia. 

Selain itu, Maxi diminta tanggapan oleh pihak kepolisian soal viral yang menunjukkan ribuan orang berkerumun. 

Maxi menjawab hal itu memang melanggar peraturan karena sangat minim menerapkan protokol kesehatan. 

Baca juga: Respon Tri Suaka soal Kerumunan di Taman Anggur Subang: Kan Sudah Vaksin, Jangan Digoreng-goreng

"Saya ditanya bagaimana setelah melihat video itu, saya sampaikan itu terjadi pelanggaran memang. Pelanggaran itu ada dua yang pertama katanya disampaikan  acara itu sebatas silaturahmi, ternyata itu konser musik. Kedua, panitia tidak bisa menjaga protokol kesehatan," jelasnya. 

Sebelumnya, pengelola dari Taman Anggur Kukulu yang berada di Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang mengakui memang tidak membuat izin secara lisan, akan tetapi sudah meminta rekomendasi.

Selain itu, pihak pengelola juga menganggap kerumunan massa di konser musik Tri Suaka tidak terprediksi.

Bahkan, antusias dari fans sampai membuat pagar di taman tersebut diterobos sehingga lonjakan penonton sudah tidak bisa dibendung.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved