Sejumlah Kecamatan Kembali Zona Merah Kasus Covid-19, Pemkab Purwakarta Siapkan Operasi Yustisi

kecamatan di Purwakarta dinyatakan zona merah akibat meningkatnya kasus positif Covid-19 di Purwakarta, hingga kini tercatat mencapai ratusan orang

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Darajat Arianto
Satgas Covid-19 Kabupaten Purwakarta
Sebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Purwakarta per tanggal 4 Februari 2022 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Enam kecamatan di Purwakarta dinyatakan zona merah akibat meningkatnya kasus positif Covid-19 di Purwakarta, hingga kini tercatat mencapai ratusan orang terkonfirmasi positif.

Enam kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Plered, Sukatani, Purwakarta, Pasawahan, Babakancikao dan Bungursari.

Selain enam kecamatan berstatus zona merah, lima kecamatan lainnya masuk zona kuning, tiga Kecamatan zona orange, dan tiga kecamatan zona hijau.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan, akan kembali meningkatkan giat operasi yustisi.

"Kami barusaja menggelar rapat koordinasi Penanganan dan Pencegahan COVID-19, selain memberlakukan pembatalan PTM 100 persen, kami juga akan melakukan upaya lain," ujar Anne Ratna Mustika seusai rapat di Kantor Bupati Purwakarta, Jumat (4/2/2022).

Berdasarkan data per tanggal 3 Februari 2022, jumlah konfirmasi positif di Purwakarta sudah mencapai 140 orang, kontak erat 964 orang dan suspek 58 orang.

Seperti diketahui, rencana pembelajaran tatap muka 100 persen di Purwakarta kembali dibatalkan akibat terjadi lonjakan kasus positif COVID-19, selain itu pihaknya juga akan membatasi mobilitas masyarakat.

"Kita lihat laju perkembangan COVID-19 kedepannya, sementara sekolah dirumah secara virtual, dan mobilitas juga dibatasi," kata Anne Ratna Mustika.

Pihaknya bersama Forkopimda juga berencana melakukan operasi yustisi, bahkan pembatasan juga diberlakukan disejunlah sektor.

"Operasi itu untuk meningkatkan kembali prokes, kemudian aplikasi peduli lindungi juga diaktifkan oleh semua OPD, termasuk minimarket, objek wisata, hotel, restoran dan ritel," ujar Anne Ratna Mustika.

Ia mengatakan, saat ini sudah memasuki awal gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia, hal itu disebabkan adanya varian omicron. Namun, saat ini Purwakarta masih tercatat di level 1 berdasarkan Inmendagri.

"Meski sesuai Inmendagri Purwakarta saat ini masih Level 1, kita lihat laju peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19 cukup signifikan, kemungkinan kemungkinan minggu depan akan terkoreksi levelnya meningkatkan," ujarnya.

Anne berharap, atas dasar kondisi terkini, masyarakat di Purwakarta bisa memahami, pihaknya juga mengimbau masyarakat taat atas aturan yang disosialisasikan terkait protokol kesehatan.

"Kami umumkan kondisi terkini, harapannya agar masyarakat bisa paham dan taat atas aturan yang kami sosialisasikan," ucap Anne Ratna Mustika. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved