Breaking News:

Kelangkaan Harga Gas Melon Sesuai HET di Sukabumi, Ini Kata Hiswana Migas

Sangat diperlukan informasi untuk diberikan kepada kejaksaan terkait pihak-pihak yang melakukan pelanggaran menjual gas 3 Kg tidak sesuai HET.

Istimewa
Petugas Pertamina saat melakukan pengecekan pasokan LPG 3 kilogram. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sukabumi, Yudha Sukmagara memberi tanggapan terkait kelanggakan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) gas melon 3 Kg.

Ia mengatakan, pihaknya mendukung tindakan Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang melakukan penyelidikan kelangkaan gas LPG 3 Kg sesuai HET.

"Dengan adanya permintaan keterangan dari pihak kejaksaan melalui intelejen, dan pastinya perusahaan-perusahaan yang dimintai keterangan harusnya kooperatif memberikan informasi yang sevalid mungkin, karena memang kita mestinya mengapresiasi dan mendukung langkah kejaksaan didalam rangka mentertibkan LPG 3 Kg yang ada di kabupaten sukabumi agar sesuai dengan HET dan juga tepat sasaran," katanya via telepon, Jumat (4/2/2022).

Baca juga: Pertamina Naikkan Harga LPG Nonsubsidi, Ini Perincian Harga Terbaru, Bagaimana Harga Elpiji 3 Kg?

Ia mengatakan, sangat diperlukan informasi untuk diberikan kepada kejaksaan terkait pihak-pihak yang melakukan pelanggaran menjual gas 3 Kg tidak sesuai HET.

"Saya rasa perlu adanya informasi informasi yang diberikan kepada pihak kejaksaan, perihal mengenai ada agen yang kira-kira melakukan pelanggaran, saya rasa mengikuti prosedural hukum meski tunduk aturan hukum, ya pastinya harus mengikuti hal itu," katanya.

"Saya rasa pastinya kita mendukung langkah-langkah kejaksaan selaku aparat penegak hukum. Karena HET kan yang terjadi di pengecer dan di warung, kalau agen ini kan sampai di titik pangkalan, pangkalan jual kepada masyarakat yang punya hak subsidi tersebut sesuai dengan harga HET, apabila ada pangkalan yang menjual diatas HET maka itu sudah masuk ke pelanggaran, itu harus diberikan sanksi oleh agen itu adalah pemutusan hubungan usahanya dicabut," terangnya.

Diketahui, Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumo saat ini sedang melakukan penyelidikan kasus kelanggaran harga gas LPG 3 Kg sesuai HET.

Berawal dari aduan masyarakat, Kejaksaan saat ini sudah memeriksa sekitar 12 PT dalam hal ini agen. PT tersebut dimintai keterangan terkait langkanya harga gas LPG 3 Kg sesuai HET.*

Baca juga: Masyarakat Kurang Mampu Bisa Dapatkaan Manfaat Program Konversi LPG Ke Kompor Induksi

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved