Kasus DBD di Sumedang Melonjak, Tujuh Warga Meninggal Dunia Dalam Satu Bulan Setelah Dirawat
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang mencatat ada 7 orang warga yang meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak Januari
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang mencatat ada 7 orang warga yang meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak Januari 2022.
"Ya betul, hingga saat ini tercatat ada 7 orang warga Sumedang yang meninggal dunia akibat DBD," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Aep Dadang Hamdani kepada TribunJabar.id, Jumat (4/2/2022) di Sumedang.
Aef menyebutkan, ketujuh pasien tersebut dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) dan Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Sumedang.
"Pasien meninggal dunia di antaranya 2 orang asal kecamatan Jatinunggal, 2 orang asal Kecamatan Cimanggung, 1 orang asal Situ, 1 orang asal Sukagalih, dan 1 orang asal Tanjungsari," ucapnya.
Aef mengatakan, hingga saat ini di Sumedang tercatat sebanyak 354 kasus demam berdarah dengue (DBD) selama Januari 2022.
"Total ada 354 kasus DBD di Sumedang. Data tersebut masih sementara, " katanya.
Aef mengajak warga Sumedang untuk meningkatkan kewaspadaan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Menurutnya, masayarakat diimbau untuk tidak mengabaikan bahaya virus yang diakibatkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini.
"Masyarakat diimbau untuk menerapkan 3M, yakni menguras atau membersihkan bak mandi, menutup rapat tempat penampungan air, membuang barang bekas, " ucapnya. (*)