Beberapa Kali Terjadi Kasus Pencabulan Anak di Kabupaten Bandung, Ini Kata KPAD, Disdik Disebut

Selama KPAD melakukan pemantauan ke sekolah-sekolah, ternyata pencegahan di sekolah untuk edukasi seks ini penting.

internet
Ilustrasi pencabulan terhadap anak 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUBJABAR.ID, BANDUNG - Beberapa kali terjadi kasus pencabulan terhadap anak di Kabupaten Bandung.

Kasus terakhir yang terungkap, AR (58) mencabuli 6 anak.

Ketua KPAD Kabupaten Bandung, Ade Irpan Al-Anshory, mengatakan, bermunculannya kasus-kasus tersebut entah dampak dari keberanian masyarakat untuk melapor atau sudah peka terhadap hukum.

"Perlu memang saya sampaikan bahwa kasus-kasus ini seolah menjadi bom waktu, yang seakan-akan kapan pun ini bisa meledak, atau seperti gunung es yang kapan pun mencair," ujar Ade saat dihubungi, Jumat (4/2/2022).

Ade menduga, bukan hanya yang hari ini tampak, kasus-kasus kekerasan pada anak, entah itu pencabulan atau pelecehan, kalau ditanya satu per satu pasti sudah banyak.

"Makanya ini perlu penanganan serius dari semua pihak, terkhusus di OPD terkait yang memang ada hubungannya dengan anak," kata Ade.

Ade mengatakan, pihaknya hadir untuk ikut meringankan beban dinas-dinas terkait bahwa di bawah ada kendala seperti ini untuk pemenuhan hak anak atau pencegahannya.

"Misalnya Dinkes, ada hubungannya dengan kasus anak, dari mulai kasus polio, stunting. Nah ini kan kasus, jadi penanganan kami juga," ucap dia.

Maksudnya, kata Ade, bagaimana pengawalan dinas terkait dalam hal ini Dinkes, misalnya dalam pemenuhan hak anak yang memang ada kasus kasus kesehatan.

"Mungkin dinas karena terlalu banyak diam di kantor, jarang yang ke lapangan, kami rekomendasikan harus tepat sasaran."

"Harusnya di situ bisa berbarengan, bersatu, saling menopang menangani kasus-kasus itu, supaya nanti terwujud Kabupaten Bandung berkurang kasus anak," kata dia.

Ade juga menyebut Disdik. Selama KPAD melakukan pemantauan ke sekolah-sekolah, ternyata pencegahan di sekolah untuk edukasi seks ini penting.

"Meskipun ini tabu ya, maksudnya anak-anak perempuan dikasih pemahaman bahwa orang lain tidak boleh memegang."

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved