Cegah Kerumunan Siswa, SMPN 1 Kota Cirebon Bakal Atur Jam Masuk dan Pulang Sekolah

SMPN 1 Kota Cirebon tampaknya telah menyiapkan strategi khusus untuk mencegah kerumunan siswa pada jam pulang dan masuk sekolah.

Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Siswi SMPN 1 Kota Cirebon saat mengikuti swab test di SMPN Siliwangi Kejaksan, Kota Cirebon, Rabu (2/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - SMPN 1 Kota Cirebon tampaknya telah menyiapkan strategi khusus untuk mencegah kerumunan siswa pada jam pulang dan masuk sekolah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMPN 1 Kota Cirebon, Daryo Susmanto, mengatakan, langkah tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

Terlebih terdapat sejumlah siswa SMPN 1 Kota Cirebon yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 meski hampir semuanya dipastikan terpapar bukan dari PTM 100 persen.

Baca juga: Empat Siswa SMPN 1 Kota Cirebon Positif Corona, Wakasek: Penularan Bukan dari PTM 100 Persen

"Kami mengatur jam masuk dan pulang sekolah, diawali kelas 7 sampai kelas 9 semuanya akan dijadwal," ujar Daryo Susmanto kepada Tribuncirebon.com, Kamis (3/2/2022).

Ia mengatakan, siswa kelas 7 dijadwalkan masuk sekolah pukul 07.00 WIB, dan 30 menit kemudian giliran siswa kelas 8, serta selanjutnya siswa kelas 9.

Kebijakan serupa juga diterapkan saat jam pulang sekolah. Agar 1400-an siswa SMPN 1 Kota Cirebon tidak masuk dan pulang sekolah secara bersama-sama.

Selain itu, pihaknya juga mengurangi durasj satu jam pelajaran, dari semula 40 menit perjam pelajaran menjadi 35 menit untuk setiap satu jam pelajaran.

"Jadi, siswa enggak terlalu lama berada di sekolah, dan diharapkan juga dapat mencegah munculnya kerumunan saat jam masuk atau pulang," kata Daryo Susmanto.

Daryo menyampaikan, saat ini kelas yang terdapat siswa yang terpapar Covid-19 kembali melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Baca juga: Kota Bogor dan Kota Bekasi Hentikan PTM gara-gara Kasus Covid-19 Melejit

Selain itu, wali kelas hingga guru-guru yang mengajar di kelas tersebut juga telah diswab test dan diminta mengajar dari rumah melalui daring.

"Guru diizinkan tidak masuk kelas sampai hasil swab test keluar dan dinyatakan negatif Covi-19, jadi saat ini cukup mengajar siswa melalui daring" ujar Daryo Susmanto.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved