Tagih Janji Kampanye pada Kades Terpilih, Warga di Purwakarta Malah Diancam, Akan Dilaporkan

Warga menuntut Kades mengganti aparatur desa karena kinerjanya yang buruk.

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar / Handhika Rahman
ILUSTRASI- Pilkades 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Warga Desa Neglasari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta menagih janji kepala desa (Kades) terkait perombakan atau pergantian perangkat desa pascapilkades, yang sebelumnya dianggap tidak efektif.

Warga menuntut Kades mengganti aparatur desa karena kinerjanya yang buruk. Namun, tuntutan warga yang sebelumnya akan dilakukan Kades tersebut, hingga kini belum terealisasi.

Akibat peristiwa itu, warga geram dan berencana membuat surat mosi tidak percaya kepada Kades Neglasari Asep Saepudin.

Baca juga: Buron 1,5 Tahun, Eks Kades di Majalengka yang Terlibat Jaringan Mafia Tanah Akhirnya Ditangkap

Warga Cikerung, Desa Neglasari Eli Sunarli (47) mengatakan, poin tuntutan utama dalam surat tersebut yakni, menagih janji Kades Neglasari untuk mengganti perangkat desa, khusunya Sekretaris Desa (Sekdes).

Namun, saat penggalangan tandatangan surat tersebut, warga yang menandatangani malah mendapat ancaman dari Kades Neglasari, bahkan warga diancam akan dipolisikan jika menandatangani surat tersebut.

Hal itu juga dialami oleh Eli Sunarli, ia mengaku Kades Neglasari mengancamnya.

Kades mengancam akan melaporkan Eli kepada pihak kepolisian dengan tudingan pencemaran nama baik.

"Saya coba mau jelaskan ke pak lurah, saya juga mau berikan surat tersebut ke pak lurah malah ditolak," ujar Eli, saat ditemui di Neglasari, Rabu (2/2/2022).

Eli menjelaskan, surat tersebut sebetulnya dibuat untuk menagih janji Kades Neglasari saat kampanye, surat itu bukan untuk melengserkan jabatan Kades.

Diceritakan Eli, pada saat pencalonan, Kades tersebut berjanji jika terpilih akan mengganti seluruh perangkat desa termasuk Sekdes.

Baca juga: Kades di Sukabumi Korupsi Dana Desa dan Banprov, Duit untuk Beli Ambulans Dibelikan Mobil Pribadi

"Saya menjelaskan, kami menggalang tandatangan surat untuk menagih janji kampanye pak lurah, tapi malah dibentak dan diancam," kata dia.

Tak hanya Eli, warga lain yang ikut gerakan tersebut juga mendapat ancaman serupa, Kades Neglasari juga membentak warga yang ikut gerakan Eli.

"Saya kerja di proyek, pas saya mau berangkat bekerja juga tidak jadi, karena tidak dibolehkan sama pak lurah. Saya dan teman-teman juga disuruh pulang," ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, Kades Neglasari Asep Saepudin belum memberikan jawaban.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved