Breaking News:

Lima Polisi Curi Barang Bukti di Rumah Bandar Narkoba, Dua Orang Dituntut 10 Tahun Penjara

Para anggota polisi didakwa mencuri uang Rp 600 juta saat menggeledah rumah satu terduga kasus narkoba.

Kompas.com
Ilustrasi anggota polisi 

TRIBUNJABAR.ID, MEDAN- Dua oknum polisi dituntut 10 tahun penjara dalam kasus dugaan pencurian barang bukti dari rumah terduga bandar narkoba.

Kedua oknum polisi tersebut, Matredy Naibaho dan Toto Hartono, adalah anggota Satres Narkoba Polrestabes Medan.

Mereka didakwa mencuri uang Rp 600 juta saat menggeledah rumah satu terduga kasus narkoba.

Kedua anggota polisi itu juga dituntut membayar denda sebesar Rp 800 juta, subsider tiga bulan kurungan.

Tuntutan terhadap kedua anggota polisi itu dibacakan dalam persidangan yang diketuai Jarihat Simarmata di ruang Cakra IX, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (2/2/2022).

Sidang tuntutan itu sempat dua kali ditunda karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum menyiapkan tuntutan.

Baca juga: Rudapaksa Mahasiswa yang Magang di Polresta Banjarmasin, Begini Nasib Oknum Polisi Bejat Itu Kini

Tim JPU dari Kejati Sumatera Utara menjerat kedua terdakwa dengan pasal berlapis.

JPU Rahmi memaparkan untuk terdakwa Matredy dinilai bersalah melanggar Pasal 365 ayat 2 ke 2 KUHP Pidana.

"Dia juga dinilai bersalah dalam kasus narkoba sebagaimana termuat dalam Pasal 112 ayat 1, Pasal 111 ayat 1 dan Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang psikotropika," sebut JPU Rahmi.

Terdakwa Toto Hartono dikenakan dengan pasal berlapis, antara lain Pasal 365 ayat 1 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan juga pasal mengenai narkotika.

"Tuntutan terhadap lebih berat dari dua terdakwa sebelumnya (Marjuki dan Dudi Efni) lantaran kedua terdakwa ini juga dijerat dengan kasus narkoba," kata Rahmi.

Sebagaimana diketahui dalam kasus pencurian barang bukti ini melibatkan lima oknum polisi.

Baca juga: Gelapkan Sekarung Sabu, 2 Oknum Polisi Dituntut Hukuman Mati, 9 Lainnya Dituntut Seumur Hidup

Kelimanya yakni Matredy Naibaho, Toto Hartono, Rikardo Siahaan, Dudi Efni dan Marjuki Ritonga.

Dudi Efni dan Marjuki Ritonga sudah dituntut jaksa pada bulan Desember 2021 dengan tuntutan 3 tahun penjara karena dinilai terbukti mencuri uang senilai Rp 600 juta dan dikenakan Pasal 365 ayat 2 ke 2 KUH Pidana.

Tuntutan terhadap terdakwa Ricardo Siahaan hingga saat ini belum dibacakan. "Kami masih menunggu majelis hakim," kata Rahmi.

Mengutip dakwaan jaksa, kelima oknum polisi ini nekat mencuri uang barang bukti senilai Rp 600 juta, selain sejumlah narkotika. Kasus ini menyeret nama sejumlah perwira Polrestabes Medan.

Penulis : Kontributor Medan, Daniel Pekuwali

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Curi Barang Bukti dari Rumah Bandar Narkoba, Dua Oknum Polisi di Medan Dituntut 10 Tahun Penjara"

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved