Dinas Pariwisata Pangandaran Sesalkan Info di YouTube yang Gunakan Ilustrasi Seolah Ada Gempa Besar
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran munculnya berita gempa di satu kanal YouTube dengan ilustrasi air dalam kolam yang bertumpahan.
Penulis: Padna | Editor: Darajat Arianto
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Pasca gempa berkekuatan 4,2 Magnitudo yang mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, sejumlah media termasuk youtuber memberitakan kejadian tersebut.
Diketahui, sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah 2 Tangerang Selatan menyebutkan, gempa bumi berkekuatan 4,2 telah mengguncang Pangandaran yang terjadi hari Rabu (2/2/2022( pukul 10:23:02 WIB.
Dengan lokasi koordinat, 8.16 Lintang Selatan - 107.91 Bintang Timur atau 82 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dan terjadi di kedalaman 18 kilometer.
Namun, munculnya berita gempa di satu kanal YouTube NAK Info dengan judul "Gempa Pangandaran Baru saja 2 Februari 2022, Gempa Bumi di Pangandaran Hari Ini" tersebut, disesalkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran.
Karena, dalam tayangan video berita gempa bumi berkekuatan 4, 2 itu menggambarkan kejadian dengan ilustrasi air dalam kolam yang bertumpahan.
Dan ilustrasi tersebut seakan akan, gempa bumi berkekuatan 4, 2 yang terjadi di Pangandaran itu sangat besar.
Baca juga: Gempa Pangandaran Terasa di Ciamis, Puluhan Peserta O2SN Panik dan Berhamburan dari GOR di Pamarican
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Tonton Guntari mengaku menyesalkan dengan adanya pemberitaan yang ditayangkan di kanal YouTube NAK Info.
"Ya memang, gempanya ada. Tapi, gempanya biasa saja, malah banyak yang tidak merasakannya. Tapi, pada YouTube itu, kita dilihatkan seakan-akan kejadian gempa itu sangat besar. Padahal, mah biasa saja," ujarnya saat dihubungi Tribunjabar.id melalui WhatsApp, Rabu (2/2/2022) sore.
Menurutnya, hal tersebut tentu berdampak terhadap masyarakat di Pangandaran. Khususnya, sektor pariwisata dan pelaku usaha wisata.
Baca juga: Baru Terjadi, Gempa Kembali Guncang Pangandaran Dengan Pusat Gempa di Kedalaman 18 Km
"Bagi saya pribadi, mungkin gak apa-apa. Tapi, bagaimana dampaknya ke wisata? Apalagi, pelaku usaha wisata," katanya.
Untuk menindaklanjuti berita gempa bumi yang tayang di YouTube tersebut pihaknya akan berdiskusi dengan stakeholder lainnya.
"Kita coba rempug (bermusyawarah), khususnya dengan pelaku usaha wisata, bagaimana menangani berita di YouTube seperti itu. Itu, parah, kita kan tempat wisata," ucap Tonton. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/tangkap-layar-video-youtube-nak-info.jpg)