Sepeda Dari Dede Yusuf Hilang, Solehudin Pesepeda Keliling Indonesia Asal Tasik Cari Hingga Jateng
Sepeda bersejarah milik Solehudin, pesepeda keliling Indonesia hilang. Sepeda itu pemberikan Dede Yusuf, saat menjadi wakil gubernur Jawa Barat.
Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sudah setahun sepeda bersejarah milik Solehudin (36), warga Kampung Doser, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat hilang.
Solehudin, pesepeda keliling Indonesia itu pun bersedih.
Sebab, sepeda hilang tersebut sangatlah bersejarah. Sepeda itu sudah pernah dipakai untuk mengunjungi sejumlah daerah di Indonesia Bagian Timur, mulai dari Jawa Timur, Flores, Bali Lombok, Maluku, Kalimantan, hingga Papua.
Banyak kenangan sudah dilewatkan bersama sepeda yang olehnya dipasang aksesoris tanduk rusa di bagian stangnya.
"Kehilangan banget pak. Udah dipakai hampir semua daerah di Indonesia bagian timur. Penginnya bisa ditemukan," ujar Solehudin yang sengaja datang ke kantor Tribunjabar.id, Senin (31/1/2022) malam, selepas jualan keripik dan makaroni.
Kok sepedanya bisa hilang?
Solehudin menceritakan kejadian sepeda pemberikan Dede Yusuf, saat masih menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat, itu hilang.
Saat itu, pada 15 Februari 2021, dia datang ke sebuah kampus di Tasikmalaya.
Di sana, dia ingin memberi inspirasi kepada mahasiswa soal perjalannya, keliling Indonesia menggunakan sepeda.
Namun, malang tak bisa dicegah. Sepeda yang disimpang di lingkungan kampus itu hilang.
Pencarian pun dilakukan di kampus itu, tapi tak ditemukan.
Pecarian pun dilanjutkan ke sejumlah daerah atas petunjuk seadanya.
"Ada yang bisa diambil mahasiswa asal Cilacap, saya cari ke Cilacap (Jawa Tengah) tidak ketemu juga," ujarnya.
Saat mendapatkan bantuan sepeda merek Polygon dari Dede Yusuf, dia memperkirakan harganya bisa sampai Rp 5 jutaan. Sekarang, setelah Solehudin mengecek di toko, untuk sepeda serupa harganya mencapai Rp 15 juta.
"Di rumah cumada sepeda BMX. Sepeda pertama saat saya keliling di Sumatera," ujarnya.
Dia berharap kepada siapa saja yang melihat sepeda bersejarah itu, bisa membantu mengembalikan kepadanya.
"Alhamdulillah kalau ada yang berdonasi sepeda lagi," harapnya.