Akui Tak Miliki Izin Pembongkaran di Cihampelas, Humas PT KAI Tegaskan Punya SK Kemenag dan Distaru

Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardoyo mengakui bahwa terkait izin pembongkaran bangunan rumah perusahaan memang tak memiliki izin. Dia beralasan

Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam
Masjid jami yang baru di Jalan Cihampelas No 149 yang dibangun PT KAI Daop 2 Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardoyo mengakui bahwa terkait izin pembongkaran bangunan rumah perusahaan memang tak memiliki izin.

Dia beralasan lantaran bangunan tersebut merupakan aset rumah perusahaan PT KAI dan bukanlah masjid maupun bangunan cagar budaya.

"Kami tak pernah daftarkan bangunan itu sebagai cagar budaya serta tak diinformasikan oleh pihak mana pun bahwa bangunan itu adalah cagar budaya," katanya saat dihubungi, Selasa (1/2/2022).

Kuswardoyo menyebut bangunan yang ada di Cihampelas nomor 149 ini sebelumnya adalah rumah perusahaan KAI dan bukanlah masjid seperti yang ramai diperbincangkan.

"Kami sudah kantongi surat keterangan rekomendasi dari Kemenag soal pembangunan masjid dan surat keterangan rencana tata kota dari Dinas Penataan Ruang (Distaru) dengan fungsi untuk toko dan masjid serta Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung," katanya.

Jika apa yang dilakukannya salah dan tak sesuai, lanjutnya maka kegiatan yang sedang dilaksanakan tentunya bakal dihentikan dan tak mendapatkan surat keterangan rekomendasi dari instansi terkait seperti dinas.

MASJID BARU - Masjid baru yang dibangun PT KAI di lahan yang mereka klaim sebagai aset mereka di Jalan Cihampelas 149. Di lahan itu, PT KAI juga membangun bangunan yan kemudian dipergunakan sebagai minimarket.  Sebelumnya, di sana terdapat bangunan, yang menurut Disparbud Kota Bandung termasuk cagar budaya.
MASJID BARU - Masjid baru yang dibangun PT KAI di lahan yang mereka klaim sebagai aset mereka di Jalan Cihampelas 149. Di lahan itu, PT KAI juga membangun bangunan yan kemudian dipergunakan sebagai minimarket. Sebelumnya, di sana terdapat bangunan, yang menurut Disparbud Kota Bandung termasuk cagar budaya. (TRIBUN JABAR/M SYARIF ABDUSSALAM)

"Kami selalu persilakan siapa pun yang merasa memiliki hak untuk ajukan gugatan jika dirasa perlu. Bukan justru menyebarkan isu dan membangun opini negatif," ujarnya.

Dia juga menegaskan pihaknya tak pernah membongkar masjid. Melainkan mereka mengambil aset rumah perusahaan yang dikuasai oleh pihak yang tak berhak. Pembangunan masjid, kata Kuswardoyo, disiapkan untuk memberikan kemudahan bagi warga sekitar dan wisatawan untuk beribadah di sana.

"Saya rasa silakan untuk lakukan kroscek dengan warga sekitar tentang sejarah bangunan aset perusahaan KAI yang ada di sana," katanya.

DPMPTSP Tak Keluarkan Izin

Koordinator Perizinan Bidang A pada Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung, Rosyid, mengatakan, pihaknya tak mengeluarkan izin apa pun terkait kegiatan yang ada di Cihampelas yang akhir-akhir ini tengah ramai diperbincangkan.

"Kami (DPMPTSP) belum mengeluarkan izin apa pun. Kalau boleh kami meminta nomor izinnya supaya kami bisa mengecek lagi," kata Rosyid saat dihubungi, Selasa (1/2/2022).

Sebelumnya, bekas rumah dinas PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang berada di Jalan Cihampelas Nomor 149, Kota Bandung, menjadi pusat atensi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved