Sekda Kota Bandung Geram, Saat Tahu Meja & Kursi Besi di Dago Hilang Dicuri, Pelaku Akan Diviralkan

Ada tiga meja dan delapan kursi yang hilang di Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung.

Penulis: Tiah SM | Editor: taufik ismail
Istimewa
Sekda Kota Bandung Ema Sumarna geram melihat fasilitas publik dirusak orang tak bertanggung jawab. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna mengaku geram dengan aksi vandalisme yang masih saja terjadi di Kota Bandung

Ema menemukan perusakan fasilitas publik di sepanjang Jalan Ir H Djuanda saat berkeliling menggunakan sepeda.

Beberapa kursi dan meja besi yang sudah ditanam dengan mur raib dari tempatnya.

Ada tiga meja dan delapan kursi hilang.

Perusak lainnya ada coretan grafiti pada dua kursi dan satu meja besi.

Ema bersepeda  dengan sejumlah kepala dinas selepas melihat titik lokasi grounding kabel di ruas Jalan Ir H Djuanda, Jumat (28/1/2022).

Menurut Ema, para pelaku tak bertanggung jawab ini perlu diviralkan seperti halnya kasus vandalisme tempo hari di Babakan Siliwangi.

"Orang-orang seperti ini biasanya pikirannya pendek. Perlu kita viralkan dan proses hukum juga supaya jera," ujar Ema.

Ema dan rombongan selalu berhenti di setiap titik yang ditemukan kehilangan atau kerusakan fasilitas umum.

Ema berkoordinasi dengan satpam di sekitar agar ikut menjaga keamanan.

"Ada CCTV tidak di sekitar sini? Nanti kalau ketemu lagi ada kejadian seperti ini, langsung kabari Diskominfo. Biar kita viralkan saja. Sambil kita juga akan benahi fasilitas ini," tegas Ema.

Ema mengatakan, perlu adanya satuan tugas (satgas) yang secara bergilir memantau kondisi fasilitas publik di seluruh Kota Bandung.

"Saya pikir kita perlu membuat satgas. Ya biar ada pemantauan rutin. Supaya hal seperti ini tidak terjadi lagi," ungkapnya.

Menanggapi kasus ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana mengimbau, masyarakat Bandung juga bisa mengambil peran untuk melaporkan tindakan perusakan fasilitas publik lewat media sosial dengan #JanganDitiru.

"Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 tahun 2019 tentang Ketertiban Umum, Ketenteraman dan Perlindungan Masyarakat (Tibumtran Linmas), pelaku akan kami viralkan juga sama seperti kasus vandalisme kemarin. Tujuannya untuk menimbulkan sanksi sosial. Warga lain yang menemukan kasus seperti ini, bisa melaporkan pada kami," ujar Yayan.

Baca juga: 1 Pelaku Vandalisme di Bandung Masih Diburu, Ini Dua Aturan dan Hukuman yang Menjerat Pelaku

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved