Puluhan Santri di Ponpes Terserang DBD, Jumlah Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Melonjak Jadi 221 Orang

Adanya kasus DBD di sebuah pontren di Kecamatan Mangkubumi membuat data kasus DBD Kota Tasikmalaya melonjak.

Kewaspadaan DBD pada Masa Pandemi Covid-19 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Puluhan santri di sebuah pondok pesantren (pontren) di Kecamatan Mangkubumi terserang penyakit DBD.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya menerjunkan petugas, berkoordinasi dengan pengurus pontren untuk melakukan upaya penanggulangan.

"Kami sudah ke lapangan dan bertemu dengan pihak pengelola pontren untuk melakukan penanggulangan dan antisipasi," kata Kepala Dinkes Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat, Rabu (26/1/2021).

Baca juga: Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Menggila, Pasien Meninggal Bertambah Jadi Empat Orang

Uus mengungkapkan, adanya kasus DBD di sebuah pontren di Kecamatan Mangkubumi membuat data kasus DBD Kota Tasikmalaya melonjak.

"Ada sekitar 30 orang terserang DBD di pontren tersebut. Sehingga saat ini total kasus DBD menjadi 221 orang," ujar Uus.

Petugas Dinkes Kota Tasikmalaya sempat menemukan adanya jentik nyamuk aedes aegypti dan langsung dilakukan gerakan PSN bersama pengelola pontren.

"Namun sekarang kondisinya sudah jauh lebih baik dan mudah-mudahan tidak ada penambahan kasus baru di pontren tersebut," kata Uus.

Baca juga: Polisi di Bandung Dikerahkan Cegah DBD, Ini yang Dilakukan Mereka

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved