Kasat Reskrim Dicopot Dari Jabatan di Balik Sandiwara R Bikin Laporan Palsu Ngaku Korban Rudapaksa

Wanita berinisial R di Boyolali yang ngaku jadi korban rudapaksa ketahuan bohong. Ternyata laporannya hanya sandiwara semata.

Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar
Ilustrasi Sandiwara Politik 

TRIBUNJABAR.ID- Wanita berinisial R di Boyolali yang ngaku jadi korban rudapaksa ketahuan bohong.
Ternyata laporannya hanya sandiwara semata.

Apa yang disampaikan R, bahwa dirinya menjadi korban rudapaksa bohong karena dia melakukan hubungan layaknya suami istri dengan pria di hotel atas dasar suka sama suka.

Sebelumnya diberitakan bahwa dia ngaku dirudapaksa pria berinisial Gws. Diketahui, R merupakan warga Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali.

Baca juga: Kasat Reskrim Dicopot Dari Jabatan, Omongannya Lecehkan Korban Kejahatan

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menyebut, R tak bisa mengelak setelah polisi menyodorkan sejumlah bukti.

Salah satunya rekaman CCTV. Menurut Iqbal, dari gestur di rekaman CCTV, R dan GWS terlihat mesra. Bahkan, saat membayar hotel, kedua orang tersebut terlihat berebut untuk saling membayar.

"Penyidik Ditreskrimum mempunyai bukti rekaman cctv di hotel tempat R ngamar bersama GWS pasangannya," kata M Iqbal.

Selain itu, pihaknya juga menemukan bukti ilmiah lain terkait kasus itu. Penyidik juga mengantongi hasil visum dari tim dokter terkait laporan perkosaan tersebut.

"Sementara dari hasil visum diketahui tidak ada tanda lecet atau memar seperti normalnya korban perkosaan. Maka dari itu, penyidik melihat kejanggalan dalam hal ini," jelasnya.

Baca juga: Selain Kerangkeng Manusia, Hewan Langka Dilindungi juga Ditemukan di Rumah Bupati Langkat

Ditambahkan, penyidik juga sempat menyodorkan beberapa fakta lain yang akhirnya tidak dapat dibantah oleh wanita 28 tahun itu.

"Dia tidak dapat mengelak dan akhirnya mengaku hubungan yang dilakukan dengan GWS adalah karena suka sama suka," ungkap Kombes M Iqbal.

Lapor Ngaku Dilecehkan

R juga mengaku dilecehkan polisi saat melapor. Pengakuannya itu bikin Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Eko Marudin dicopot dari jabatannya.

Hal itu kata M Iqbal, untuk bargaining saja.

"Motifnya dia ingin punya nilai tawar. Dia sengaja membuat laporan sedemikian rupa. Tujuannya, agar Polres Boyolali meringankan kasus suaminya yang ditangkap karena menjadi bandar judi," terang Kabidhumas.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved