Breaking News:

3 Warga Bandung Diduga Jadi Korban, Belasan Orang Terbakar di Diskotek di Kota Sorong Papua Barat

Adanya tiga warga Bandung yang diduga ikut menjadi korban diketahui dari daftar nama para korban yang beredar pasca-kebakaran diskotek di Kota Sorong

TribunPapuaBarat.com
Suasana di depan Double O Sorong, Papua Barat, Minggu (23/1/2022) malam. 

TRIBUNJABAR.ID, SORONG- Tiga warga Bandung diduga ikut menjadi korban kerusuhan mengerikan yang melibatkan dua kelompok warga di Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (25/1) dini hari.

Belasan orang terpanggang hidup-hidup saat sebuah tempat hiburan malam di Kota Sorong, Papua Barat, dibakar. Bentrokan warga juga membuat seorang lainnya tewas dengan luka menganga.

Adanya tiga warga Bandung yang diduga ikut menjadi korban diketahui dari daftar nama para korban yang beredar pasca-kebakaran.

Dalam daftar, dua dari ketiganya, yakni Afifa dan Nanin, disebut bekerja sebagai dancer. Seorang lainnya, Klara, ditulis bekerja sebagai elci. 

Ditemui awak media usai meninjau lokasi kejadian, kemarin, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing, mengatakan ke-17 korban yang tewas terbakar di Diskotek Double O, ditemukan berada di satu ruangan di lantai dua diskotek.

Tiga di antaranya ke-17 korban terbakar, ujar Tornagogo Sihombing, adalah tamu di diskotek tersebut, sementara 14 lainnya adalah pekerja.

Polisi sedang melakukan olah TKP di tempat hiburan malam Double O Sorong, Papua Barat.
Polisi sedang melakukan olah TKP di tempat hiburan malam Double O Sorong, Papua Barat. (TribunPapuaBarat.com)

Baca juga: Bentrok Berdarah di Sorong Papua, Polisi Ralat Jumlah Korban Tewas, 17 Karena Terbakar & 1 Dianiaya

Hanya, Tornagogo Sihombing mengaku belum bisa memastikan identitas para korban.

"Kami memastikan korban-korban yang dibawa ke RS Sele Be Selu diperiksa oleh DVI dari Polda Papua Barat dan Mabes Polri. Kami datangkan untuk mengambil sampel post mortem dan ante mortem guna mengidentifikasi korban terbakar. Nanti, jenazah dikembalikan kepada keluarga korban," ujar Tornagogo Sihombing.

Tornagogo memastikan situasi sudah dapat mereka kendalikan. Polisi telah membuka posko di Polres Sorong Kota yang ditujukan untuk keluarga korban guna mengidentifikasi identitas sanak keluarga mereka yang mungkin menjadi korban. 

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo membenarkan, identitas korban mayoritasnya adalah pekerja di tempat hiburan malam Double O.

Sebagian di antaranya bekerja sebagai penari dan vokalis. Seperti halnya Tornagogo Sihombing, Dedi juga belum bisa memastikan detail identitas para korban, termasuk dari mana mereka berasal.

Dedi mengatakan, polisi masih terus melakukan pengusutan, termasuk mencari aktor intelektual yang memicu terjadinya bentrokan.

Baca juga: Bentrok di Kota Sorong yang Hilangkan 17 Nyawa, Ternyata Ini Penyebabnya

"Saat ini sedang dilakukan penyelidikan dan penyidikan untuk ungkap aktor intelektual dan pelaku-pelaku dari kedua kelompok tersebut," ujar Dedi.

Dedi mengatakan, selain melakukan pertemuan dengan perwakilan kedua kelompok yang bertikai, polisi juga merangkul tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved