20 Ton Beras Diregistrasi Pertama Kali di Sistem Registrasi Gudang di Karawang

PT Kliring Berjangka Indonesia menyebut 20 ton beras diregistrasikan pertama kali dalam sistem registrasi gudang di Pusat Registrasi Resi Gudang.

Editor: Adi Sasono
PT KLIRING BERJANGKA INDONESIA
Di awal tahun 2022 ini, untuk pertama kalinya Resi Gudang komoditas beras dari Karawang diregistrasikan ke Pusat Registrasi Resi Gudang. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Sebanyak 20 ton beras sudah diregistrasikan ke dalam sistem registrasi gudang.

PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), BUMN yang berperan sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang menyebut, pemanfaatan resi gudang untuk pertama kali ini dilakukan di Karawang.

Dalam siaran pers yang diterima redaksi, Rabu (26/1/2022), Kliring menyebut registrasi Resi Gudang di wilayah yang dikenal sebagai lumbung nasional ini dilakukan PT Panca Pujangga Perkasa, pengelola gudang SRG di Karawang.

Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) mengatakan, adanya registrasi perdana Resi Gudang untuk komoditas beras di Karawang ini merupakan hasil edukasi dan sosialisasi yang dijalankan Kliring bersama Kementerian Perdagangan, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) serta pemangku kepentingan lain kepada pata petani dan pemilik komoditas.

"Selain itu, para petani dan pemilik komoditas khususnya beras di Karawang telah memahami manfaat dari resi gudang. Ini juga tentunya hal yang menggembirakan, karena daerah Karawang selama ini dikenal sebagai lumbung padi nasional, namun selama ini belum ada registrasi resi gudang dari daerah ini," kata Fajar Wibhiyadi.

Widiastuti, Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), mengatakan, registrasi perdana Resi Gudang itu sejalan dengan upaya Bappebti untuk mendorong pemanfaatan resi gudang.

Widiastuti berharap, resi gudang juga akan dimanfaatkan para pemilik komoditas dari berbagai penjuru nusantara, dan pelaku usaha lain baik yang berperan sebagai offtaker atau pembeli akhir dan sebagai pengelola gudang. Indonesia memiliki potensi untuk pengembangan resi gudang, dan untuk itu perlu upaya bersama para pemangku kepentingan di ekosistem resi gudang ini.

"Kedepan Bappebti akan terus mengajak para pemangku kepentingan dalam ekosisitem resi gudang, untuk bersama-sama melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait manfaat resi gudang,” katanya.

Terkait pemanfaatan Sistem resi Gudang, Rahajeng Oktovione Putri Bestari, Direktur PT Panca Pujangga Perkasa mengatakan, Resi Gudang diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen pengukuran ketersediaan stok nasional, khususnya terkait dengan bahan pangan seperti beras.
"Hal ini dimungkinkan karena data ketersediaan stok di setiap gudang SRG terintegrasi melalui suatu Sistem Informasi Resi Gudang (IS-WARE) yang dikelola oleh Pusat Registrasi," kata Oktovione.

Selain itu, dengan adanya resi gudang para petani akan memperoleh harga jual yang lebih baik, mendapatkan jaminan kepastian mutu dan jumlah komoditi, serta memperoleh pinjaman dari Bank dengan jaminan Resi Gudang.

"Untuk itu, kami juga mengajak para petani untuk berusaha secara berkelompok, sehingga meningkatkan efisiensi biaya dan posisi tawar petani”.

Sebagai daerah yang dikenal sebagai lumbung padi, Karawang saat ini memiliki lahan persawahan seluas 95.000 ha, dengan produksi rata-rata 7,2 ton / ha. Sedangkan dalam realisasi produksi padi, sepanjang tahun 2021 mencapai 1,4 juta ton Gabah Kering Panen (GKP).

“Dengan adanya registrasi perdana resi gudang untuk komoditas beras di Karawang ini, harapan kami kedepan para petani dan pemilik komoditas padi maupun beras di Karawang mulai memanfaatkan instrument resi gudang ini. Banyak manfaat yang bisa diperoleh para petani dan pemilik komoditas padi dan beras, salah satunya adalah untuk menjaga kestabilan harga. Selain itu, dengan memanfaatkan resi gudang, petani dan pemilik komoditas dapat menjaminkan resi gudang yang dimiliki untuk mendapatkan pembiayaan yang bisa dipergunakan untuk musim tanam berikutnya”, ungkap Fajar Wibhiyadi.

Terkait Resi Gudang Beras, data dari PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) menyebutkan, sepanjang tahun 2021 tercatat 69 RG beras yang diregistrasi, dengan volume 3.801 Ton. Sedangka di tahun 2020, tercatat 39 RG beras yang diregistrasi, dengan volume 2.460 Ton.

Fajar Wibhiyadi menambahkan, “Kami optimis, kedepan pemanfaatan resi gudang untuk komoditas beras akan terus mengalami peningkatan. Untuk di Karawang saja, potensi pemanfaatan resi gudang beras sangat besar. Untuk itu, kami sebagai pusat registrasi akan terus melakukan upaya sosialisasi serta edukasi baik kepada para petani maupun pengelola gudang yang ada di Kerawang serta daerah-daerah kain yang menjadi sentra komoditas terkait manfaat instrument ini.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved