Tiap Hari, Murid-murid SDN Ciloma Sukabumi Menempuh Bahaya, Melintas di Sungai Habitat Buaya

Sungai Cikaso menjadi satu-satunya akses menuju SDN Ciloma yang ada di seberang sungai. Habitat buaya di sungai jelas menjadi ancaman.

DOKUMENTASI JABAR QUICK RESPONSE
Puluhan murid SDN Ciloma, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, bersiap menyeberangi Sungai Cikaso yang menjadi habitat buaya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID- Tak mudah bagi puluhan murid SDN Ciloma, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, untuk pergi ke sekolah.

Tiap hari, puluhan murid SD tersebut harus menumpang perahu kayu melintasi Sungai Cikaso, yang bukan saja deras tapi juga menjadi habitat buaya.

Mereka terpaksa menempuh bahaya karena tak lagi mempunyai pilihan. Sungai Cikaso menjadi satu-satunya akses menuju SDN Ciloma yang ada di seberang sungai. Habitat buaya di sungai jelas menjadi ancaman.

Tak hanya habitat buaya, jarak sekolah dari dermaga juga membuat perjalanan pergi dan pulang ke sekolah menjadi penuh risiko. Dari dermaga Cikaso ke SDN Ciloma hampir satu jam perjalanan.

“Sekolah belum memiliki alat transportasi perahu sehingga murid harus menunggu perahu lain yang melintas dan memiliki tujuan yang sama."

"Tidak jarang siswa pun jadi kesiangan. Siswa yang berasal dari Desa Sumberjaya di seberang sekolah pun harus menyeberang menggunakan perahu warga,” ujar Kordinator operasional Jabar Quick Response (JQR), Irvan Hilmy, kepada Tribun, Minggu (23/1/2022).

Baca juga: Kakek Tasru Duel dengan Buaya Sungai Ciletuk saat Cari Ikan, Begini Nasibnya Sekarang

Irvan mengatakan, JQR mengetahui kondisi tersebut setelah menerima laporan dari masyarakat.

Dari laporan itulah, mereka kemudian melakukan survei. Bukan saja untuk mengecek kebenarannya, tapi juga untuk menggali data kebutuhan warga di lokasi.

Dari hasil survey itulah, kata Irvan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kemudian menginstruksikan JQR untuk memberikan bantuan perahu untuk antar-jemput untuk murid-murid di SDN Ciloma, sebagai tahap awal bantuan.

Berkat kolaborasi antara JQR dan WeCare.id, tidak lama lagi murid-murid dan para guru SDN Ciloma akan memiliki perahu. 

"Perahunya masih dalam proses akhir pengerjaan. Model perahu yang akan diberikan, perahu mesin," ujarnya.

Kepala SDN Ciloma, Usef Ruswanda, mengaku sangat berterima kasih atas bantuan perahu tersebut.

Sekolah tempat ia mengabdi itu, ujarnya, dibangun pada 1984 dan menampung siswa dari Desa Sumberjaya di Kecamatan Tegalbuleud dan Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung.

Baca juga: Spiderman hingga Bumblebee Semangati Murid SD di Kabupaten Cirebon yang Ikut Vaksinasi Covid-19

Selain dirinya, kata Usef, ada tiga guru honorer yang mengajar di SDN Ciloma. Meski dengan segala keterbatasan, mereka tetap semangat.

"Setiap hari saya juga menggunakan perahu untuk menuju sekolah dari kediamannya. Sekitar 40 menit sampai sejam perjalanan. Bolak-balik setiap hari,” ujarnya.

Ketua Umum Jabar Quick Response (JQR) Bambang Trenggono mengatakan pemberian perahu untuk antar-jemput murid SDN Ciloma ini merupakan bukti kasih sayang dari Kang Emil saat mendengar kisah tersebut.

"Kang Emil berusaha sekuat tenaga mewujudkan semua harapan warganya khususnya kebutuhan kebutuhan primer atau dasar," katanya melalui ponsel, Minggu.

Harapan Bambang, kasus seperti ini disikapi seadil-adilnya. "Agar seluruh warga Jabar merasakan hasil dan kinerja pemerintahan," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved