Sketsa Wajah Pelaku Kasus Subang Disebar ke Seluruh Polda, Diduga Kabur ke Luar Jawa?

Pelaku kasus subang diduga kabur ke luar jawa. Polisi sebar sketsa wajah pelaku ke seluru Indonesia. Yosef ingin pelaku dihukum mati

Tribun Jabar/Dwiky MV
Yosef (55) suami sekaligus ayah korban kasus perampasan nyawa di Subang saat memberikan keterangan kepada TribunJabar.id, Selasa (25/1/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati. 

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Pelaku dari perampasan nyawa Tuti Suhartini (55) serta Amalia Mustika Ratu (23) sampai dengan saat ini belum terungkap dan masih diburu polisi.

Suami sekaligus ayah korban yakni Yosef (55) dengan menggebu-gebu meminta pelaku dikenai hukuman mati seberat-beratnya tanpa ada toleransi. 

"Sekali lagi, pokonya pelaku dihukum seberat-beratnya tidak ada toleransi, karena sudah mengambil nyawa istri sama anak saya. Tidak ada toleransi," ucap Yosef kepada TribunJabar.id, Selasa (25/1/2022). 

Bahkan, menurut Yosef pelaku dari perampasan nyawa Tuti dan Amalia harus dihukum mati karena sudah merenggut kebahagian di keluarga Yosef sendiri. 

Baca juga: Fenomena Langka, Pohon Bambu Tumbuh di Atas Batu, Warga Tak Berani Menebang

"Pokonya tidak ada toleransi kalo bisa pelaku dihukum mati saya mohon itu lagi, soalnya itu nyawa anak dan istri saya," katanya. 

Kasus perampasan ibu dan anak di Subang masih belum terungkap hingga hari ke-161 atau sudah lima bulan lebih. 

Progres terbaru dari kasus ini, jajaran Polda Jabar sudah menyebar sketsa wajah dari terduga pelaku ke seluruh jajaran Polres maupun Polda di Indonesia. 

Mengetahui hal tersebut, Yosef (55) menyambut baik atas kinerja pihak kepolisian yang tidak ada henti-hentinya terus berusaha untuk mengungkap kematian istrinya Tuti Suhartini (55) dan anaknya Amalia Mustika Ratu (23). 

"Saya baru dengar terkait itu, tapi saya berterima masih kembali, saya percaya dan yakin sepenuhnya kepada penyidik dari Polda Jabar atas progres ini," ucap Yosef kepada TribunJabar.id, Selasa (25/1/2022). 

Menurut Yosef, ia saat ini sudah bersatu bersama anaknya yaitu Yoris (34) demi satu visi dan misi yang untuk sama-sama mengawal kasus tersebut demi keadilan. 

Baca juga: Di-SP3 Polisi, Pelaku Rudapaksa Nikahi Korbannya Sendiri, seorang Gadis Keterbelakangan Mental

"Dan saya sudah bersatu bersama anak saya Yoris karena hampir 5 bulan saya terpisah dengan anak saya. Tekad saya dan anak saya secepatnya pelaku diungkap," katanya. 

Ancaman hukuman mati sendiri menanti pelaku kasus Subang. Pasalnya, dari awal, dalam menyelidiki kasus Subang, polisi menerapkan penyelidikan kasus perampasan nyawa seperti diatur di Pasal 338 KUH Pidana dan kasus perampasan nyawa berencana di Pasal 340 KUH Pidana.

Ancaman pidana Pasl 340 KUH Pidana ini maksimal hukuman mati

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved