Penyesalan Dukun Pengganda Uang di Garut, Pilih Taubat Nasuha di Penjara, Kerap Rindu Anak

Perbuatan dukun pengganda uang yang meracuni korban dengan racun tikus saat ritual penggandaan uang harus dibayar dengan hukuman penjara.

Tribun Jabar/ Sidqi Al Ghifari
Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, menginterogasi Yohanes Suryono, tersangka dukun pengganda uang, Jumat (24/12/2021). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Yohanes Suryono (51), seorang dukun pengganda uang sekaligus pelaku perampasan nyawa dua orang pasiennya di Garut kini harus menjalani hukuman.

Perbuatannya yang meracuni korban dengan racun tikus saat ritual penggandaan uang harus dibayar dengan hukuman penjara.

Saat diwawancarai Tribunjabar.id di Polres Garut seusai melakukan rekonstruksi, Yohanes mengaku sangat menyesali perbuatannya.

"Saya sungguh sangat menyesal, yang saya pikirkan sekarang adalah anak saya kasihan," ujarnya, Selasa (25/1/2022).

Ia mengatakan selama di dalam penjara, dirinya kerap rindu pada anaknya.

Pelaku juga mengatakan dirinya sudah meminta maaf kepada keluarga korban dan kepada DD (35) korban yang berhasil selamat setelah memakan daging yang dicampur racun tikus.

Yohanes mengaku di umurnya yang sudah tidak muda itu ia akan menghabiskan waktu di penjara untuk bertaubat.

"Umur saya sudah 51 tahun tinggal menunggu mati, saya terus taubat nasuha aja selama di penjara,"

"Ya mungkin karena umur saya tidak akan lama lagi, sudah tua" ungkapnya.

Baca juga: FAKTA Baru Saat Dukun Pengganda Uang di Garut Rampas Nyawa Dua Kliennya Terungkap Saat Rekonstruksi

Dengan wajah yang penuh penyesalan, Yohanes sesekali menahan air matanya yang hendak jatuh.

Menurutnya, ia nekat melakukan tipu-tipu penggandaan uang sebagai upaya untuk bertahan hidup membiayai keluarganya.

Kini proses hukum terhadapnya sedang berlangsung ia dituntut hukuman mati.

"Saya akan tanggung jawab menerima semuanya proses hukum maupun hukuman nanti," ungkapnya.

DD (35), korban selamat mengatakan dirinya pun sudah ikhlas dengan semua yang telah terjadi.

Ia harus kehilangan kakak kandungnya dan juga kakak iparnya yang meninggal akibat memakan daging kambing yang sudah dicampur racun tikus.

"Sekarang saya ikhlas, tidak apa-apa semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi saya,"

"Saya juga sekarang sudah kembali kerja lagi, kerja di proyek dan mulai melupakan semuanya," ungkapnya.(*)

Baca juga: Modus Dukun Pengganda Uang Asal Banjar, Lakukan Teknik Ini untuk Kelabui Pasiennya

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved