Bocah MDA di Sukabumi Bukan Meninggal Karena Vaksin Covid-19, Tapi Karena Sepsis, Ini Penjelasannya

Dinkes Kabupaten Sukabumi memastikan kematian MDA (11) bukan vaksin Covid-19 yang diterima sepekan setelah bocah itu jalani vaksinasi Covid-19. 

Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Dian Herdiansyah
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Sukabumi, Rika Mutiara 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah.

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Dinkes Kabupaten Sukabumi memastikan kematian MDA (11) bukan vaksin Covid-19 yang diterima sepekan setelah bocah itu jalani vaksinasi Covid-19

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Sukabumi, Rika Mutiara menjelaskan, pihaknya sudah melakukan investigasi bersama Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) dan dihadiri langsung oleh para pakar spesialis anak.

“Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan, didapati kesimpulan bahwa penyebab kematian anak adalah syok septik akibat sepsis yang diderita anak,” ujar Rika dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/1/2022).

Baca juga: Kasus Meninggalnya MDA, Satgas Tunggu Hasil Penelitian, Apakah KIPI Atau Penyakit Tak Terdeteksi

Rika menerangkan, sepsis adalah kondisi dimana kuman sudah menyebar ke seluruh tubuh dan kemudian merusak organ dan sistem yang ada dalam tubuh seseorang.

Adapun penyebab sepsis pada anak adalah diare. Ia pun meminta masyarakat agar tetap tenang dan sama-sama berupaya agar terhindar dari Covid-19.

“Sehingga dapat disimpulkan, bahwa syok septik yang diderita almarhum bukan karena imunisasi tetapi koinsiden," terangya.

Pihaknya, kata Rika menghimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak jelas kaitan dengan meningalnya seseorang sesudah di vaksin.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak jelas dan tidam bida dipertanggungjawabkan kebenarannya," imbuhnya.

Baca juga: Orang Tua MDA Masih Terbaring Lemas Tak Menyangka Anaknya Meninggal Setelah Divaksin

Kronologi

Kedua orang tua MDA (11), murid kelas 6 MI yang meninggal diduga seusai divaksin, syok dan terbaring lemas saat anaknya meninggal dunia, Jumat (21/1/2022).

Ibu korban, D (32), dan ayah korban, MS (32), hanya bisa terdiam lemas setelah melihat anaknya meninggal dini hari tadi sekitar pukul 03.00 WIB.

"Ya, ibu dan ayahnya masih terbaring lemas hingga saat ini. Ya mungkin merasa kaget karena kita juga tak menyangka MDA meninggal," ujar Deri, uak korban (36), kepada Tribunjabar.id.

Sebagai wakil keluarga, kata Deri, ia tidak menyalahkan siapa pun kendati meninggalnya MDA terjadi seusai divaksin Covid-19 di sekolahnya Sabtu pekan lalu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved