Ibu-ibu PKK Batununggal Dilatih Belanja Cerdas Via Online Agar Tak Tertipu, Begini Caranya

Puluhan kader PKK Batununggal mengikuti pelatihan berbelanja secara online, di Aula Kecamatan Batununggal, Jumat (21/01/2022). Camat Batununggal Tarya

Penulis: Tiah SM | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/TIAH SM
Kader PKK Batununggal mengikuti pelatihan berbelanja secara online, di Aula Kecamatan Batununggal, Jumat (21/01/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Puluhan kader PKK Batununggal mengikuti pelatihan berbelanja secara online, di Aula Kecamatan Batununggal, Jumat (21/01/2022).

Camat Batununggal Tarya merasa bersyukur adanya pelatihan belanja online sebagai solusi belanja cerdas agar tidak keluar rumah sehingga mencegah tertularnya virus Covid-19 varian omicron yang sudah masuk Kota Bandung.

"Saya ingin masyarakat lebih memahami lagi menyangkut masalah belanja cerdas dengan sistem online yang saat ini cukup banyak aplikasi aplikasi. Terima kasih JD.ID ini mau mengedukasi, tata cara belanja online," ujar Tarya.

Ia berharap dengan adanya pelatihan dari JD.ID jadi tahu cara belanja online sehingga tidak akan tertipu oleh aplikasi yang diunduh.

Menurut Tarya, dengan belanja online ini bertujuan juga memutus rantai penyebaran covid-19 karena pembeli dan penjual tidak kontak langsung. 

"Di wilayah Kecamatan Batununggal sudah 3 minggu ini tidak ada kasus tapi kemarin di pisicov ada 3 orang positif covid dari kelurahan Cibangkong, kelurahan Maleer, dan kelurahan Binong," ujarnya. 

Warga Cibangkong  dan Binong sedang ditracing sedang yang di Maleer sudah pindah ke luar kota hanya KTP masih Maleer.

Tarya mengatakan adanya belanja online diharapkan warganya memanfaatkan sehingga tak perlu ke pasar yang rawan berdesakan.

Market Manager  JD.ID, Rissa Maryani mengatakan, meski teknologi sudah cukup canggih tapi  masih banyak warga terutama kaum ibu ibu yang gagap teknologi terutama untuk berbelanja online.

"Ibu-ibu enggan mengotak ngatik hp nya dan lebih memilih belanja langsung ke tempat. Pasalnya kondisi barang dan harga terlihat nyata ketimbang hanya melihat di foto," ujar Risa.

Menurut Risa,  JD.ID untuk pertama kali bekerjasama dengan PKK program berbagai bersama JD.ID.

"Berbagi bersama dengan  membagikan sembako dan materi terkait smart buyer berbelanja online di JD.ID kita juga membantu kemajuan teknologi flatform online," ujarnya

Rissa mengatakan, mengedukasi dengan memberikan tip kepada anggota PKK agar tidak tertipu saat berbelanja.

Tipsnya baca deskripsi produknya dulu, jangan ragu tanya penjual.

Dan jangan pernah transaksi di luar platform agar tidak tertipu seller yang ada di platform.

Rissa mengatakan, kendala ibu-ibu dalam belanja online  faktor lupa punya aplikasi atau saat  login lupa password, tidak bisa check out seperti atau pilih barang, itu semua yang jadi kendala enggannya ibu ibu berbelanja.

Rissa saat ini tengah fokus untuk kategori grosir kebutuhan sehari hari atau kebutuhan pokok.

"Untuk mempermudah belanja Kebutuhan pokok tak perlu ke pasar cukup di JD.ID  harga bersaing  ongkir  gratis dubawah 1 kg dan barang sampai dalam 1x24 jam " ujar Rissa. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved