Minggu, 10 Mei 2026

Bela Bahasa Sunda

Arteria Dahlan Minta Maaf, Plt Wali Kota Bandung: Warga Sunda Pasti Menerima, tapi . . .

Plt Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, memberikan tanggapannya tentang permohonan maaf dari anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan.

Tayang:
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Plt Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, saat melihat Jembatan Pasupati dari Rumah Deret Tamansari, Jumat (31/12/2021) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Plt Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, memberikan tanggapannya tentang permohonan maaf dari anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan yang menyinggung penggunaan bahasa daerah, yakni bahasa Sunda.

Menurut Yana, permasalahan terkait pernyataan Arteria Dahlan yang menyinggung penggunaan bahasa Sunda oleh Kajati dalam rapat kerja seharusnya tak boleh terjadi.

Dia pun mempertanyakan Arteria yang mempermasalahkan bahasa ibu, seperti bahasa Sunda, yang menjadi budaya warga Jabar, termasuk Kota Bandung.

"Penggunaan bahasa Sunda ya wajar karena digunakan sebagai bahasa ibu dalam berbagai kegiatan. Ketika sekolah juga kan ada muatan lokal bahasa Sunda. Jadi, jelas kami menyayangkan pernyataan Arteria yang membuat gaduh," katanya di Cipadung Kulon, Kamis (20/1/2022).

Baca juga: BREAKING NEWS: PDI Perjuangan Jabar Layangkan Surat ke DPP PDIP, Minta Arteria Dahlan Diberi Sanksi

Ketika sudah adanya permintaan maaf dari Arteria terkait pernyataan yang sempat viral, Yana pun mengaku warga Sunda tentu menerimanya, tapi dengan catatan.

"Kami mah (Sunda) warga baik, tentu akan menerima (permohonan maaf) meski kami berharap jangan ada lagi rasis pada budaya. Sebab, Indonesia besar itu karena kebhinekaan," katanya. 

Setelah menantang masyarakat untuk melaporkan kepada Majelis Kehormatan Dewan (MKD) terkait omongannya yang meminta jaksa berbahasa Sunda dipecat, akhirnya Arteria Dahlan minta maaf kepada masyarakat Sunda.

Seperti foto yang dibagikan DPP PDIP, Arteria Dahlan di dalam ruangan yang terlihat ada foto Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan bendera bergambar kepala banteng moncong putih, Arteria Dahlan bertemu Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dan Ketua DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun.

Di depan keduanya, Arteria Dahlan menyampaikan kesungguhannya untuk memperbaiki cara berkomunikasi dan meminta maaf kepada masyarakat Jawa Barat.

“Saya dengan sungguh-sungguh menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Sunda, atas pernyataan saya beberapa waktu lalu,” ujar Arteria setelah memberikan klarifikasi kepada DPP Partai pada hari ini, pada pukul 11.00-12.00 WIB di kantor DPP PDIP, Menteng.

Baca juga: Tuntut Arteria Dahlan Minta Maaf Secara Terbuka, Payung Suci: Bicara Bahasa Sunda Jadi Kebanggaan

Klarifikasi dan permintaan maaf Arteria disampaikannya saat diterima oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dan Ketua DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun.

"Saya menyerahkan sepenuhnya kepada DPP Partai."

"Sebagai Kader Partai saya siap menerima sanksi yang diberikan Partai."

"Saya belajar dari persoalan ini, dan terima kasih atas seluruh kritik yang diberikan ke saya, pastinya akan menjadi masukan bagi saya untuk berbuat lebih baik lagi,” kata Arteria dengan nada penyesalan.

Arteria pun di dalam klarifikasi di DPP PDIP itu berjanji akan lebih efektif dalam berkomuikasi.

"Saya sendiri akan lebih fokus didalam memperjuangkan keadilan bagi masyarakat, khususnya di dalam memerangi mafia narkoba, mafia tanah, mafia tambang, mafia pupuk, mafia pelabuhan/bandara/laut, mafia pangan dan BBM, dan berbagai upaya penegakkan hukum lainnya."

"Saya akan lebih bekerja secara silent tetapi mencapai sasaran penegakan hukum."

"Sekali lagi terima kasih atas semua kritik dan masukan yang diberikan kepada saya,” ujar Arteria sambil mengakhiri pernyataan permintaan maafnya.

 
PDIP Jabar Minta Arteria Disanksi

DPD PDI Perjuangan Jawa Barat melayangkan surat permohonan kepada DPP PDI Perjuangan untuk memberikan sanksi kepada Arteria Dahlan, anggota DPR RI yang meminta pencopotan Kajati yang menggunakan bahasa Sunda dalam rapat beberapa waktu lalu.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, mengatakan, surat permohonan memberikan sanksi untuk Arteria Dahlan tersebut telah diberikan kepada DPP PDI Perjuangan, Kamis (20/1) pukul 09.00 WIB.

"Sesuai dengan kode etik PDIP Perjuangan ada sanksi ringan, sedang, dan berat, dari mulai teguran sampai dengan pemecatan. Dan kita tunggu ya proses yang dilakukan oleh DPP Partai," katanya setelah menerima audiensi dengan Gema Pasundan di Kantor DPD PDI Perjuangan Jabar, Kamis (20/1/2022).

Ia mengatakan dalam sebuah kesempatan rapat yang diperluas pun, DPP PDIP sudah menyatakan hal yang dilakukan Arteria Dahlan sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang kader PDI Perjuangan.

Dari kemarin pun, katanya, banyak kader PDI Perjuangan di Jabar yang menyampaikan hal serupa.

Ia mengatakan ideologi Pancasila bagi PDI Perjuangan bukan hanya dalam tekstual, tapi diwajibkan untuk membumikan Pancasila.

Baca juga: Dilaporkan ke Polda Jabar, Arteria Ungkap Makna di Balik Kisruh Bahasa Sunda, TB Hasanudin Bereaksi

Salah satunya harus mengagungkan semua suku, budaya, agama, dan ras yang ada di Indonesia.

"Karena itu merupakan sebuah perwujudan bagaimana Pancasila itu bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya, dengan Pancasila yang intisarinya gotong royong. Bagaimana yang sesuai dengan filosofi masyarakat."

"Prabu Siliwangi menyampaikan Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, Silih Wawangi," katanya.

Ungkapan Arteria yang sangat bertentangan dengan pemikiran seorang kader PDI Perjuangan ini, katanya, telah memancing keributan, kegaduhan, dan sakit hati serta pikiran dari seluruh rakyat Indonesia.

Karenanya selain diminta dijatuhi sanksi, Arteria dituntut memberikan penyataan permohonan maaf kepada masyarakat Sunda dan klarifikasinya.

"Ya, kalau saya menyampaikan, sepakat dengan kemarin yang disampaikan juga oleh salah satu kader PDI Perjuangan TB Hasanuddin ya, dia bilang (Arteria) telah murtad karena tidak berideologi Pancasila kalau menyampaikan seperti itu," tuturnya.

Ia yakin masyarakat Sunda berbudi luhur dan cerdas, bisa memisahkan antara ujaran pribadi seorang Arteria dengan PDIP Perjuangan.

Ia mengatakan masyarakat Jabar bisa melihat sikap para kader, anggota dewan, dan kepala daerah dari PDI Perjuangan di Jabar dalam menyikapi keberagaman di Indonesia dan mengimplementasikan Pancasila. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved