Siapa Kajati Korban Rasis Arteria Dahlan, Ono Surono Tanyakan Langsung ke Kepala Kejati Jabar

Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar Ono Surono menyebut kajati pakai bahasa SUnda yang dimaksud Arteria Dahlan bukan Kepala Kejati Jabar Asep N Mulyana.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Mega Nugraha
Tribunnews
Arteria Dahlan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNJABAR.ID BANDUNG - Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar Ono Surono menyebut kajati pakai bahasa SUnda yang dimaksud Arteria Dahlan bukan Kepala Kejati Jabar Asep N Mulyana.

Sebelumnya, Ono Surono melalui rekaman video menyatakan jika kajati yang pakai bahasa Sunda saat rapat dan disinggung oleh Arteria Dahlan adalah Asep N Mulyana, Kepala Kejati Jabar

Lantas, siapa kajati yang jadi korban rasis pernyataan Arteria Dahlan, Ono Surono sempat menanyakannya pada Kepala Kejati Jabar, Asep N Mulyana.

"Jadi, saya rasa nih terjadi di Jawa Barat, terus kemarin sore Pak Asep N Mulyana saya konfirmasi. Pak Asep jawab, mungkin yang dimaksud bukan dia, karena di saat yang bersamaan Pak Asep juga dikirim video Arteria Dahlan yang memuji-muji Kajati Jabar, terkait tuntutan Herry Wirawan," ujar Ono, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (19/1/2022). 

Sebelumnya, Arteria Dahlan, anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan sempat meminta Jaksa Agung mengganti kajati yang menggunakan bahasa Sunda. 

Baca juga: DPD PDIP Jabar Kritik Pernyataan Rasis Arteria Dahlan Soal Bahasa Sunda di Rapat Komisi III DPR RI

Menurutnya, sebagai anggota PDIP, Arteria Dahlan tidak sepatutnya berbicara seperti itu. Apalagi sampai meminta Jaksa Agung mengganti kejati. 

"Abaikan saja permintaan itu (Arteria). Sebagai kader kan harus mengerti nasionalis dan Pancasila, Bung Karno menggali Pancasila salah satunya berdasarkan kontemplasi beliau di Bandung, di Jawa Barat, bukan hanya Pancasila, tapi Marhaenisme, atau Marhaen seorang sunda di Bandung," ujar Ono Surono, Ketua DPD PDIP Jabar saat dihubungi pada Rabu (18/1/2022). 

Arteria Dahlan sendiri merupakan kader PDIP. Kata Ono, tidak mungkin sepanjang rapat, kajati itu berbicara bahasa sunda. 

Baca juga: Panglima Santri Akan Kerahkan Massa Kepung DPR RI Jika Arteria Dahlan yang Rasis Tidak Minta Maaf

"Siapapun Kajatinya, saya yakni bahwa penyampaian bahasa daerah dalam momen rapat itukan bertujuan untuk mengakrabkan, sama seperti saya misalnya sama teman-teman di DPR bertemu konsituen di dapil, pasti akan menyesuaikan, menggunakan bahasa daerah untuk mengakrabkan, tidak ada masalah," katanya. 

Pihaknya pun mengaku sudah menyampaikan masalah ini ke DPP PDI Perjuangan agar menjadi perhatian dan yang bersangkutan meminta maaf kepada warga Jawa Barat. 

"Saya sudah melaporkan kondisi ke pimpinan di DPP PDIP terkait dengan dinamika yang ada di Jawa Barat, meskipun belum tertulis," ucapnya.

Panglima Santri Ancam Kepung DPR RI

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum yang juga Panglima Santri bereaksi keras terhadap pernyataan rasis Arteria Dahlan di rapat Komisi III DPR RI larang berbahasa Sunda.

Baca juga: Ridwan Kamil Orang Sunda Siap Maju di Pilpres 2024, Pilih Partai yang Konsisten dengan Pancasila

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved