Sabtu, 11 April 2026

Ketua Dewan Kebudayaan Ciamis Desak Arteria Dahlan Segera Minta Maaf Terbuka

Soal etnis, ucap Yat, jangan diusik-usik apalagi dilakukan secara terbuka oleh anggota DPR RI, Arteria Dahlan.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Tarsisius Sutomonaio
theresia felisiani/tribunnews.com
Anggota DPR RI, Arteria Dahlan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS– Ketua Dewan Kebudayaan Ciamis, Dr H Yat Rospia Brata M.Si, berharap anggota DPR RI Arteria Dahlan segera meminta maaf.

Dengan langkah bijak tersebut diharapkan suasana tidak semakin memanas dan agar asyarakat Sunda tak makin terusik dengan pernyataan anggota DPR RI dari Fraksi PDIP  yang mendeskreditkan Basa Sunda tersebut .

“Kalau dibiarkan terus berlarut-larut dikhawatirkan malah bisa memicu konflik horizontal," ujarnya kepada sejumlah wartawan, Rabu (19/1/2022).  

Soal etnis, ucap Yat, jangan diusik-usik apalagi dilakukan secara terbuka oleh anggota DPR RI, Arteria Dahlan.

Rektor Unigal Ciamis mengaku belum tahu persis kejadian sebenarnya.

Baca juga: Kajati Jabar Asep N Mulyana Ditanya Soal Komentar Arteria Dahlan Tentang Bahasa Sunda, Ini Katanya

"Apakah Kajati yang diminta diganti atau dicopot oleh anggota DPR RI asal PDIP tersebut berbahasa Sunda dalam suatu forum resmi hanya berupa sapaan, celutukan, hanya berupa selipan kata-kata, berupa kalimat?"

“Kejadiannya apakah begitu serius sehingga yang mulia anggota DPR tersebut sampai minta Kajati harus diganti? Hanya karena berbahasa Sunda?” ujar Yat.

Yang pasti, ucapnya, pernyataan Arteria Dahlan tersebut sekarang membuat masyarakat Sunda terusik. “Saya sebagai bagian dari masyarakat Sunda juga merasakannya,” ujar Yat.

Padahal kata Yat, dalam tiap forum resmi, para pejabat selalu memulai pidato atau sambutan dengan mengucapkan salam dari berbagai bahasa. Tidak hanya Bahasa Indonesia.

“Kan tidak ada yang mempersoalkannya,” katanya.

Baca juga: Arteria Dahlan Bikin Gaduh dan Singgung Urang Sunda, Saan Mustopa Desak Politisi PDIP Itu Minta Maaf

Sebagai anggota DPR RI yang terhormat, yang bersangkutan menurut Yat, tentu memahami bahwa Bangsa Indonesia kokoh karena kebhinekaan, plural dan terdiri dari berbagai etnis berikut bahasanya.

Jadi keberadaan bahasa dan etnis tersebut jangan diusik-usik lagi, agar Bangsa Indonesia tetap kokoh di tengah keberagaman.

“Jangan mudah mengeluarkan pernyataan yang bisa yang mengusik unsur SARA.  Masalah ini jangan dianggap sepele, jangan dianggap kecil. Masalah ini bisa besar, bisa menimbulkan konflik horizontal. Janganlah usik soal SARA,” ingat Yat.

Di tengah keberagaman suku, etnik dan bahasa di tanah air tercinta ini, ucapnya, unifikasi dan penyeragaman itu penting.

“Jangan lupa kita bersatu karena keberagaman. Saya orang Sunda, tak merasa Sunda yang terbaik, tapi saya merasa bagian dari bangsa ini,” katanya.

Agar persoalannya tidak terus melebar dan berlarut-larut, langkah bijak yang perlu dilakukan Arteria Dahlan, ucap Yat, adalah segera minta maaf secara terbuka.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved