KASUS ARTERIA DAHLAN, Karaton Sumedang Larang: Itu Menunjukkan Kebodohan Dia Sendiri

Karaton Sumedang Larang yang menjadi pusat budaya Sunda di Jawa Barat memerintahkan Arteria Dahlan, politisi PDIP, meminta maaf.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Radya Anom Karaton Sumedang Larang, Raden Lucky Johari Soemawilaga, saat ditemui TribunJabar.id di Karaton Sumedang Larang, Rabu (19/1/2022) sore.  

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Karaton Sumedang Larang yang menjadi pusat budaya Sunda di Jawa Barat memerintahkan Arteria Dahlan, politisi PDIP sekaligus anggota Komisi III DPR RI untuk meminta maaf kepada masyarakat bersuku Sunda. 

Maaf tersebut tentu saja atas ucapannya kepada Jaksa Agung yang kini ramai diperbincangkan. 

Sebelumnya, Arteria meminta Jaksa Agung mencopot kepala kejaksaan tinggi (kajati) yang berbicara bahasa Sunda di dalam ruangan rapat. 

Padahal, yang terjadi sebelum ucapan tersebut, menurut versi TB Hasanuddin, politisi PDIP yang ditemui TribunJabar.id di Jalan Garut, Kota Bandung, adalah tegur sapa sambil berjabat tangan antara kajagung dan kajati yang sama-sama bersuku Sunda. 

"Damang, Kang?" kata kajati kepada kajagung sebagaimana dituturkan TB Hasanuddin. 

Radya Anom Karaton Sumedang Larang, Raden Lucky Johari Soemawilaga, mengatakan pernyataan Arteria sangat berlebihan dan arogan. 

"Itu menunjukkan kebodohan dia sendiri," kata Lucky diwawancarai TribunJabar.id di Karaton Sumedang Larang, Rabu (19/1/2022) sore. 

Selain terkesan bodoh, pernyataan bahwa kajati harus diganti karena berbahasa Sunda adalah arogan. 

"Berdasarkan UUD1945 pasal 32 ayat 2 diterangkan bahwa negara menghormati bahasa daerah sebagai kekuatan kekayaan budaya nasional, sehingga kekayaan budaya daerah itu hal yang wajar," kata Lucky. 

Arteria Dahlan
Arteria Dahlan (Tribunnews)

Dia membuat analogi, jika sebuah pemecatan dilakukan kepada kajati jika kajati itu melakukan pidana berat, usulan Arteria Dahlan patut diuji logis.

"Bukankah itu menganggap bahwa berbahasa Sunda adalah pidana berat?" ucap Lucky. 

Dia mengatakan, perkataan Arteria dapat merusak tatanan negara Republik Indonesia karena tidak cocok dengan paham Bhinneka Tunggal Ika. 

"Kami memerintahkan kepada saudara untuk minta maaf kepada masyarakat Sunda," katanya. 

Karaton Sumedang Larang juga meminta Ketua Umum PDIP tempat di mana Arteria berpartai, memberikan teguran tegas karena sudah bertentangan dengan asas partai yang nasionalis. 

"Kalau perkataan kami ini tidak diindahkan, tunggu saja pasti ada sanksi sosial," ucap dia.

"Mungkin kami bisa mengatakan kepada orang Sunda untuk tidak memilih dia dalam urusan-urusan politik," kata Lucky.

Namun, dia mengimbau masyarakat Sunda tetap menghadapi persoalan ini dengan dingin dan menggunakan upaya intelektual. (*)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved